BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan kembali membuka program Beasiswa Bojonegoro tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp40,4 miliar. Bojonegoro Hari Kamis 5/3/2026.
Menurut Kepala Dinas Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si, Program ini diperuntukkan khusus bagi warga Kabupaten Bojonegoro yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi.
“Pendaftaran beasiswa dibuka dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung mulai 9 Maret hingga 10 April 2026, sedangkan tahap kedua dibuka pada 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026 pada hari dan jam kerja.” Terangnya.
Lebih lanjut,Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Murtadlo, mengatakan program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro.
“Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya Pemkab Bojonegoro untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri daerah agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, program tersebut juga diarahkan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
“Selain membantu mahasiswa dari keluarga miskin, kami juga memberikan perhatian kepada mahasiswa yang aktif di pondok pesantren serta mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Harapannya, semakin banyak generasi Bojonegoro yang mampu menempuh pendidikan tinggi,” tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan M, Zaenuri selaku Sekertaris Dinas(Sekdin) pendidikan,Dalam program Beasiswa Bojonegoro 2026 terdapat beberapa kategori penerima, di antaranya,
Beasiswa Pondok Pesantren
Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1/D4 di PTN maupun PTS dengan akreditasi program studi minimal B untuk perguruan tinggi swasta.
Syarat lainnya, mahasiswa harus terdaftar sebagai pengajar atau pengasuh di pondok pesantren, dibuktikan dengan surat keterangan dari yayasan ponpes yang memiliki izin operasional dan minimal memiliki 28 santri.
“Calon penerima juga harus berusia maksimal 40 tahun saat diterima sebagai mahasiswa, memiliki IPS minimal 3,00 per semester atau pernah meraih juara 1–3 pada kejuaraan akademik tingkat provinsi, serta tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain.” Terangnya.
Imbuhnya,Kuota program ini maksimal dua mahasiswa per pondok pesantren setiap tahun.
Beasiswa Keluarga Miskin
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa S1/D4 di PTN atau PTS yang berada di Kabupaten Bojonegoro dengan akreditasi program studi minimal B.
“Penerima harus berusia maksimal 20 tahun saat diterima sebagai mahasiswa dan berasal dari keluarga miskin yang terdaftar dalam DTSEN atau Damisda.”Ungkap lelaki yang sebelumnya menjabat di Dinas PU Cipta karya tersebut.
Tambahnya,Mahasiswa juga harus memiliki IPS minimal 2,75 per semester. Untuk lulusan SMA atau sederajat, seleksi juga mempertimbangkan nilai rata-rata ujian akhir serta peringkat tertinggi di desa tempat tinggalnya.
Selain itu, calon penerima tidak boleh sedang menerima beasiswa dari sumber lain. Kuota program ini maksimal 10 mahasiswa per desa setiap tahun.
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa S1/D4 pada PTN atau PTS yang sedang menyusun tugas akhir.
Syaratnya antara lain memiliki IPK minimal 2,75, sedang menyelesaikan tugas akhir, serta berasal dari keluarga miskin yang terdaftar dalam DTSEN dan Damisda.
“Sementara itu, untuk beasiswa Scientist dan program Sepuluh Sarjana per Desa lanjutan masih menunggu perubahan Peraturan Bupati terbaru,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















