Kepala Sekolah dan Guru Honorer yang Selingkuh Diminta Keluar dari Desa

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Polemik perselingkuhan yang melibatkan kepala sekolah di Desa Sakala birinisial EK bersama guru honorer berinisial RR terus menuai sorotan tajam dari sejumlah tokoh masyarakat, aktivis maupun wali murid.

Terbaru, Marjuni, salah satu tokoh masyarakat Desa Sakala meminta dan mendesak kepala sekolah dan guru honorer yang terlibat skandal perselingkuhan untuk segera keluar dari Desa Sakala, dan tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

“Orang seperti itu tidak pantas lagi mengajar, harus segera keluar dari Desa Sakala, karena itu akan menjadi contoh yang buruk bagi para generasi saat ini dan yang akan datang,” katanya, Senin (4/8/2025) saat dikonfirnasi melalui chat WhatsApp-nya.

Baca Juga:  Upgrading Guru dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Tokoh masyarakat yang satu ini juga mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) khususnya Kepala Desa untuk segera melakukan tindakan pengusiran terhadap para pelaku dari Desa Saka. Agar tidak lagi ada bayang-bayang amoral.

“Hukum adat memang iya sudah dijalankan, tapi perlu ada tindakan tegas kepada para pelaku perselingkuhan ini, setidaknya mereka sudah harus keluar dari Desa Sakala. Apalagi ini keluarga dekat Kepala Desa semua” tandasnya.

Selain itu lanjut Marjuni, pihaknya bersama wali murid mendesak Bupati Sumenep untuk segera melakukan pemberhentian terhadap kepala sekolah yang berstatus PNS, sebagaimana yang telah dilakukan Bupati sebelumnya kepada para pelaku selingkuh lainnya.

Baca Juga:  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

“Saya rasa untuk memenuhi rasa keadilan, harusnya kepala sekolah ini juga sudah dipecat, sama dengan para pelaku lain sebelumnya. Kan banyak kan ASN itu yang sudah diberhentikan pak Bupati karena selingkuh. Jadi kami minta pak Bupati segera ambil tindakan” tandasnya.

Hal senada disampaikan salah satu wali murid, inisial RK, ia menyebutkan perilaku kepala sekolah benar-benar perbuatan menjijikkan, selain keduanya keluarga besar Kepala Desa, pelaku peeselingkuhan juga seorang pendidik di lembaga pendidikan.

“Saya sepakat dengan apa yang sampaikan pak Marjuni, dan Kepala Sekolah ini harus keluar dari Desa Sakala. Kalau tidak kami akan mengeluarkan anak-anak kami di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Penulis : Arif

Editor : Putri

Berita Terkait

Pendidikan Tidak Gratis: Menguji Pernyataan Humas SMA 3 Bojonegoro di Tengah Larangan Pungutan dan Politisasi PIP
Ketua DPRD Bojonegoro Diroasting Guru Madrasah, Pertanyakan Anggaran APBD Besar, Guru Madrasah Miskin Tak Dapat Insentif
Dinas Pendidikan Bojonegoro Siapkan 40,4 Miliar untuk Beasiswa
KKN UNIJA Gelar Seminar Digital Marketing, Angkat Potensi Bawang Goreng Desa Basoka
Drama Beasiswa di Bojonegoro: Sudah Tanda Tangan Kwitansi, Kok Tiba-tiba Dibatalkan
Gerakan Ayah Ambil Rapor di Bojonegoro Mendapat Sorotan, Pertimbangkan Psikologis Siswa Yatim Piatu
Momen Hari Guru Perkuat Kedekatan Guru Dan Siswa MI NU 2 Grajagan Banyuwangi
SMSI Sumenep Minta Kasi PAUD/TK Diknas Transparan Soal Dana BOP di Sapeken

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Berita Terbaru