BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bojonegoro yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026 mendatang, dinamika internal partai mulai menghangat.
Fenomena menarik muncul di tingkat akar rumput, di mana tiap PAC mulai memunculkan kandidat jagoannya untuk memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut kedepan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PPP Bojonegoro, Sunaryo Abumain, menilai dinamika yang terjadi sebagai hal yang lumrah dalam sebuah organisasi politik yang demokratis. Menurutnya, munculnya banyak kandidat justru menunjukkan semangat kader di tingkat bawah.
“Setiap kader PPP berhak dicalonkan dan mencalonkan. Semua kader partai mempunyai hak yang sama, bisa mencalonkan diri sebagai ketua DPC,” ungkapnya saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa PPP merupakan partai dengan sejarah panjang yang telah teruji melintasi berbagai zaman. Sebagai partai yang sudah berdiri sejak era sebelum Orde Baru hingga masa reformasi, PPP tetap menjadi wadah perjuangan yang relevan bagi masyarakat.
“PPP adalah partai yang dinantikan oleh kaum-kaum agamis yang ada di Bojonegoro maupun barisan nasionalis,” tambah Sunaryo.
Situasi di tingkat ranting saat ini memang tampak lebih dinamis, infonya komunikasi politik yang semakin intens antar kader.
Dan mulai muncul di internal partai kader-kader ditingkat PAC
Dalam hal ini mulai santer dua nama kader partai yang sedang ingin merebut ketua DPC PPP Bojonegoro.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal partai, hingga saat ini mulai muncul dua nama yang disebut-sebut siap maju dalam bursa calon Ketua DPC PPP Bojonegoro. Keduanya merupakan kader senior sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PPP.
Nama pertama adalah Ainu Anggara. Sosok yang dikenal cukup aktif dalam kegiatan legislatif maupun pengawalan aspirasi masyarakat itu dinilai memiliki basis dukungan kuat, terutama di wilayah barat Bojonegoro.
Ainu Anggara sendiri bukan nama baru di dunia politik Bojonegoro. Berdasarkan sejumlah catatan politik lokal, ia telah lama berkecimpung di parlemen daerah dan pernah menjadi anggota Komisi D DPRD Bojonegoro. Dalam beberapa kesempatan, ia juga aktif melakukan pengawasan pembangunan desa dan penanganan aduan masyarakat.
Selain aktif di DPRD, Ainu juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan kader akar rumput PPP. Sejumlah kader muda disebut mulai mendorong namanya untuk tampil sebagai wajah baru kepemimpinan PPP Bojonegoro menjelang Pemilu 2029.
Sementara nama kedua yang mulai ramai diperbincangkan adalah Drs. Sumari. Politisi senior PPP tersebut saat ini juga menjabat sebagai anggota DPRD Bojonegoro dan dikenal cukup aktif menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di daerah pemilihannya.
Dalam berbagai kegiatan politik maupun kemasyarakatan, Sumari dikenal memiliki kedekatan dengan jaringan kader tradisional PPP di wilayah Sumberrejo, Balen, Kapas, dan Sukosewu.
Ia juga beberapa kali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan.
“Dua nama tersebut mulai muncul di internal partai. Sejumlah kader tersebut telah melakukan komunikasi politik guna membangun kekuatan menjelang Muscab,” ungkap narasumber yang Engan disebutkan namanya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















