Buruh Tembakau Baureno Bojonegoro Dapat DBHCHT, Petani Tembakau Ngayam Juga Berharap Dapat

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang disalurkan Pemkab Bojonegoro kemarin, di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, memang sangat bermanfaat bagi warga penerima.

Bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dengan adanya bantuan ini, warga penerima dapat lebih fokus pada kebutuhan pokok dan pendidikan anak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, bantuan ini juga dapat membantu mengurangi beban ekonomi warga penerima, sehingga mereka dapat lebih stabil dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Minggu (2/11/2025).

Namun hal tersebut disangkal Darto oleh petani tembakau dari kecamatan Ngayam , desa Katur, kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga:  Ketua BPD Tanjungharjo Bojonegoro Meminta Pantarlih Profesional

Darto mengatakan dengan Awak media lewat ponselnya, pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberi bantuan kepada petani tembakau di kecamatan Baureno tersebut sangat tidak tepat sasaran, karena petani tembakau disana juga terjadi gagal panen.

“Petani tembakau disana itu kemarin gagal panen, sedangkan petani yang ada di kecamatan, gayam dan Purwosari kok tidak dapat bantuan, kalau Baureno dapat kenapa disini tidak dapat,dan petugas pertanian yaitu Petugas Lapangan(PL) kalau mendata sudah tepat atau belum,” ungkap Darto.

Ironisnya, selain itu ternyata petani tembakau yang ada didesa ngayam, Katur, dan Purwosari tidak pernah mendapat bantuan dari pihak EMCL.
Juga jarang diperhatikan. Saat harga tembakau gagal panen jual, Exxon mobile limited(EMCL) dan Pertamina jarang membantu.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Wisata Bojonegoro Mulai Rasakan Manfaat, Pendapatan Meningkat Drastis

“Harapanya, dan Pertamina campur tangan dalam dampak sosial ekonomi sekitar tambang minyak,” imbuhnya.

“Bantuan Rp 1.800.000, rupiah tersebut per orang, untuk yang bekerja di pabrik, maupun petani tembakau di Baureno kemarin itu sudah menerima itu,” pungkas Darto.

Catatan redaksi SUARABANGSA.co.id, bahwa Bantuan DBHCT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) di Bojonegoro infonya akan disalurkan kepada beberapa kelompok masyarakat.

Buruh Pabrik Rokok: Bantuan ini diberikan kepada buruh pabrik rokok yang bekerja di perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia.

Petani Tembakau: Bantuan ini juga diberikan kepada petani tembakau yang menanam tembakau sebagai sumber pendapatan mereka.

Baca Juga:  Bank Sampang dan Kejari Tandatangani Kerja Sama di Bidang Hukum, Ini Tujuannya

Masyarakat Miskin: Bantuan DBHCT juga disalurkan kepada masyarakat miskin yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM): Bantuan ini diberikan kepada KPM yang terdaftar dalam program bantuan pemerintah.

Bantuan DBHCHT dapat berupa,Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan tunai yang diberikan kepada penerima manfaat Bantuan Peralatan Usaha, Bantuan peralatan usaha yang diberikan kepada penerima manfaat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan usaha.

Dan Jumlah anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Bojonegoro tahun 2025 adalah , Kurang lebih Rp33,6 miliar, dengan jumlah penerima sebanyak 18.695 orang, terdiri dari 15.753 buruh pabrik rokok, dan 2.942 buruh tani tembakau.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Hadir di Wilbex 2026, National Hospital Buka Konsultasi Gratis Bagi Pengunjung
XPENG Perluas Pasar Mobil Listrik Pintar di Jawa Timur lewat GIIAS Surabaya 2026
GIIAS Surabaya 2026, BYD Perkenalkan M6 DM untuk Mobilitas Keluarga
GIIAS Surabaya 2026, Wamenperin Soroti Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan
BAIC T1 Jadi Andalan Baru di GIIAS Surabaya 2026, Harga Spesial Rp 393 Juta
VinFast Dorong Konsumen Tak Khawatir Beralih ke Mobil Listrik
GIIAS Surabaya 2026 Perluas Area Pameran, Hadirkan 37 Merek Kendaraan
Tegaskan BUMN Bukan Milik Penguasa, Pidato Presiden Prabowo Raih Tepuk Tangan Riuh Eksekutif-Legislatif Bojonegoro

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB