Balik Jengger Ayam GAYATRI: Harapan dan Kecemasan Suraji di Tanjungharjo Bojonegoro

- Admin

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Di sebuah sudut RT 18 Dukuh Tandingoro, Desa Tanjungharjo, Suraji telaten mengamati 54 ekor ayam petelur di kandang barunya.

Suraji adalah satu dari ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program GAYATRI, sebuah megaproyek ambisius Pemkab Bojonegoro yang menyedot anggaran APBD 2025 hingga Rp 95,7 miliar. Hari Minggu (4/1/2026).

Namun, di balik keriuhan angka miliar tersebut, terselip kegelisahan nyata tentang keberlanjutan hidup puluhan unggas di tangannya.

Setelah dua minggu perawatan ayam Gayatri, Suraji mencatat adanya perubahan fisik. Ayam yang datang pada usia 18 minggu dalam kondisi jengger (jembel) belum tampak, kini mulai menunjukkan tanda-tanda “trubus” atau tumbuh. Secara teknis, ini adalah sinyal positif menuju masa bertelur.

Baca Juga:  DKPP Pamekasan Gunakan DBHCHT Untuk Tingkatkan Mutu Serta Kwalitas Tembakau

Namun, pertumbuhan jengger ayam berbanding lurus dengan kecemasan Suraji akan ketersediaan pakan.
Dengan populasi 54 ekor dan estimasi konsumsi 2 ons per ekor setiap harinya, stok pakan bantuan sebanyak 4 sak (160 kg) menjadi hitungan matematika yang mengkhawatirkan.

“Kita tidak tahu kalau 4 sak ini habis, masih diberikan atau beli sendiri, ini yang ingin saya tanyakan,” ungkap Suraji kritis.

Ia sadar, ayam petelur baru akan mencapai bobot ideal bertelur di angka 1,5 kilogram lebih, sebuah fase yang memerlukan kepastian asupan nutrisi tanpa putus.

Baca Juga:  Usulan Penambahan Anggaran Belanja Daerah Dianggap Mendadak, Rapat di DPRD Bojonegoro Alami Dead Lock

Program GAYATRI memang dirancang untuk meningkatkan ekonomi desa melalui distribusi kandang, pakan, dan bibit ayam.

Namun, kasus Suraji menjadi potret penting bahwa bantuan fisik saja tidak cukup. Ada celah informasi (red:asimetri informasi dari pendamping program) antara pemerintah sebagai pemberi bantuan dan warga sebagai pelaksana di lapangan.

Suraji sangat berharap pendamping program hadir langsung ke kandangnya, bukan sekadar memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara kolektif di balai desa.

Bagaimana Pendampingan langsung di lokasi sangat krusial untuk menjawab keraguan peternak pemula mengenai skema kemandirian pakan pasca-bantuan tahap awal habis.

Baca Juga:  Ini Jawaban PU Bina Marga Bojonegoro Terkait Hasil Sidak Pembangunan Jalan DPRD

Catatan Redaksi: Pemkab Bojonegoro menargetkan total 5.400 KPM pada tahun 2025. Dengan anggaran jumbo dan keterlibatan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 10%, program ini memiliki potensi besar.

Namun, tantangan ketersediaan stok ayam dan fluktuasi harga pakan tetap membayangi. Kisah Suraji di Tanjungharjo adalah pengingat bagi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) bahwa keberhasilan GAYATRI tidak hanya diukur dari berapa ribu kandang yang berdiri, tetapi dari seberapa sering pendamping mengetuk pintu kandang warga untuk memastikan ayam-ayam tersebut tetap makan hingga menghasilkan telur pertama mereka.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Bupati Bojonegoro Sentil Bea Cukai, Terkait Rokok Ilegal
Niat Mengais Rezeki di Area CFD Alun-Alun Bojonegoro, Lapak PKL Terlibat Kericuhan Dengan Petugas
54 Tahun Bluebird Tumbuh Bersama Indonesia, Kelola Layanan Mobilitas di 22 Kota
Tak Sekadar Pameran Otomotif, IIMS Surabaya 2026 Hadirkan Sport Entertainment
Harapan Ketua DPRD Bojonegoro terkait KDMP yang Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto
Koperasi Desa Merah Putih di 85 titik di Bojonegorodari 396 Titik Diresmikan
Taro Ramaikan Kampung Ramadan di Jombang, Ajak Keluarga Berpetualang dalam Kebaikan
LUsh Green Indonesia akan Gugat Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalnus, Ini Penyebabnya
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:31 WIB

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:50 WIB

Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:49 WIB

Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:29 WIB

Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:09 WIB

Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara

Jumat, 4 April 2025 - 11:01 WIB

Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

Kamis, 3 April 2025 - 15:46 WIB

Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?

Kamis, 3 April 2025 - 07:53 WIB

Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terbaru