BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi mulai bergulir sebagai pilar baru perputaran ekonomi mandiri di tingkat pedesaan.Di Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 85 titik gerai KDMP dinyatakan siap beroperasi, menyusul peresmian massal 1.610 titik KDMP di Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, H. Abdulloh Umar, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besarnya terhadap peluncuran program strategis nasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran KDMP harus mampu menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara nyata di tingkat akar rumput.
“Presiden Prabowo hari ini meresmikan 1.610 titik KDMP di Nganjuk. Di Bojonegoro sendiri ada 85 titik dari 396 KDMP yang juga siap beroperasi hari ini. Semoga dengan adanya koperasi ini, warga Bojonegoro makin sejahtera,” ujar Abdulloh Umar saat memberikan keterangan kepada media.
Menjawab pertanyaan terkait aspek legalitas, politisi yang memimpin legislatif Bojonegoro tersebut menegaskan bahwa KDMP memiliki landasan hukum yang kuat sebagai koperasi resmi.
Ia menggarisbawahi bahwa skema ini sangat berbeda dengan ritel atau toko modern swasta pada umumnya yang bersifat kapitalistik.
Sesuai regulasi perkoperasian yang berlaku, seluruh keuntungan yang didapat dari operasional KDMP akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU).
Atas dasar kekuatan hukum ini, warga Bojonegoro memiliki hak penuh dan sangat diharapkan untuk segera mengintegrasikan diri sebagai anggota.
“Karena KDMP ini tidak sama dengan toko modern, maka sistemnya sudah berbadan SHU (Sisa Hasil Usaha). Oleh karena itu, warga Bojonegoro diharapkan bisa ikut bergabung menjadi anggota koperasi,” urai Abdulloh Umar secara lugas.
Dari pengalian informasi awak media Suara bangsa, pembangunan KDMP di Kabupaten Bojonegoro diproyeksikan akan memiliki total 396 unit KDMP yang tersebar di berbagai wilayah desa.
Saat ini, dinamika pengembangannya terbagi ke dalam dua tahapan utama,
Sebanyak 85 unit telah rampung secara operasional dan resmi mulai berjalan berbarengan dengan momentum peresmian nasional.
Sisa 311 unit lainnya saat ini sedang dikebut secara bertahap, baik dari segi penyelesaian konstruksi fisik, legalitas lahan, maupun penyiapan sumber daya manusia (SDM) pengurus.
Program KDMP ini ke depan dirancang untuk mengolaborasikan berbagai potensi lokal.
Selain menyajikan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat desa, koperasi ini juga akan bertindak sebagai pengelola logistik pangan serta wadah bagi produk-produk UMKM lokal.
Melalui prinsip dari, oleh, dan untuk anggota, KDMP diharapkan mampu membangun ketahanan ekonomi yang mandiri di tingkat desa.
Penulis : Taqim
Editor : Putri

















