BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Kericuhan sempat pecah di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Bojonegoro pada Minggu (24/5/2026) pagi.
Ketegangan dipicu oleh kesalahpahaman saat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Plt Dinas Perdagangan setempat, tepat di samping panggung utama acara jalan santai Palang Merah Indonesia (PMI) yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro.
Peristiwa bermula saat Fira, pedagang yang kesehariannya berjualan di depan masjid, memilih bergeser ke area samping panggung PMI guna memanfaatkan momentum keramaian pengunjung.
Namun, keberadaan lapak di area tersebut dinilai mengganggu sterilisasi jalannya acara protokoler, sehingga petugas meminta pedagang segera menyingkir.
Fira mengaku pada awak media telah mencoba kooperatif dengan mengikuti arahan awal petugas untuk menaikkan lapaknya ke atas trotoar agar tidak menghalangi jalur utama pejalan kaki.Namun, ia merasa tindakan petugas di lapangan terlalu represif.
“Saya sudah naik ke trotoar, agar tidak mengganggu pejalan kaki, namun petugas perempuan tetap memaksa menghalangi dan setiap ada yang beli disuruh pergi,” ungkap Fira, warga Desa Ngrowo, saat ditemui di lokasi kejadian.
Ketegangan memuncak ketika rekan pria Fira (red:Suami) sedang berusaha mencari lokasi alternatif.
Di saat yang sama, sejumlah pembeli datang menghampiri lapak. Fira berniat melayani pembeli tersebut terlebih dahulu, namun petugas tetap bersikap tegas mendesak agar lapak segera dikosongkan.
Akibat komunikasi yang memanas, situasi di lokasi jualan pun menjadi tidak kondusif hingga berujung chaos.
Secara terpisah, awak media Suara Bangsa mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Bojonegoro, Masirin, terkait insiden tersebut. Namun, Masirin memberikan keterangan yang berbeda.
Ia membantah adanya kericuhan atau permasalahan yang terjadi di lapangan.
“Tidak ada cerita,” ujar Masirin singkat saat dikonfirmasi, sembari berlalu meninggalkan lokasi acara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Plt Dinas Perdagangan maupun pihak penyelenggara acara terkait prosedur penertiban tersebut.
Peristiwa ini sendiri sempat menyita perhatian Ribuan para pengunjung CFD dan memicu diskusi publik mengenai pentingnya pendekatan humanis dalam penataan PKL di ruang publik, terutama saat berlangsungnya agenda kedinasan.
Dalam acara PMI dalam gelaran jalan santai ini dihadiri pejabat teras Bojonegoro, Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro dan Ninik Sumiati selaku kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro.
Penulis : Taqim
Editor : Putri

















