Resmi Dibuka, Pameran ALLPACK Surabaya 2026 Perkuat Daya Saing Lewat Inovasi Kemasan

- Admin

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Kemasan kini tak lagi sekadar pelindung produk. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, desain, keamanan, hingga aspek keberlanjutan kemasan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing sebuah produk, baik di pasar nasional maupun internasional.

Hal itu menjadi semangat penyelenggaraan ALLPACK Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Rabu ( 1/7/2026 ). Pameran bisnis (B2B) internasional yang digelar Krista Exhibitions Group ini diikuti lebih dari 120 peserta dari sektor pengemasan, percetakan, manufaktur, farmasi, hingga industri kecantikan.

Tahun ini menjadi yang pertama kalinya ALLPACK Surabaya digelar terpisah dari EastFood Indonesia (IIFEX), seiring pesatnya pertumbuhan industri kemasan dan meningkatnya kebutuhan pasar.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan industri di Indonesia Timur sehingga dinilai tepat menjadi lokasi pengembangan industri pengemasan nasional.

Baca Juga:  Bersama Presiden RI, Forkopimda Jatim Laksanakan Video Virtual Ceremonial Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian "Merdeka Ekspor" Tahun 2021

“Melalui pameran ini kami ingin membuka lebih banyak peluang kolaborasi, memperluas pasar, sekaligus mempercepat adopsi teknologi dan inovasi bagi pelaku industri pengemasan maupun kecantikan,” katanya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai pengemasan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah produk, terutama hasil pertanian dan perikanan.

Menurutnya, konsep “petik, olah, kemas, jual” harus menjadi satu ekosistem yang saling terhubung agar petani dan nelayan memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar.

Khofifah mencontohkan banyak hasil panen maupun tangkapan ikan yang kehilangan nilai jual karena belum didukung proses pengolahan dan pengemasan yang memadai.

“Nilai tambah itu ada pada pascapanen atau pascatangkap melalui pengolahan dan packaging. Kalau ini bisa dibangun menjadi satu mata rantai yang utuh, maka nilai tambah bagi petani dan nelayan akan jauh lebih besar,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya desain kemasan dalam menarik minat konsumen. Menurutnya, kemasan kini bukan sekadar pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran yang menentukan daya saing di pasar.

Baca Juga:  Pj Bupati Bojonegoro Diusulkan, Berikut Nama-namanya

Sementara itu, Ketua Indonesian Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti, mengatakan perkembangan industri kemasan didorong pertumbuhan sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga produk perawatan diri.

Selain tuntutan desain yang menarik, industri kini juga dihadapkan pada kebutuhan penggunaan material ramah lingkungan, digitalisasi, dan efisiensi produksi.

“Perubahan perilaku konsumen membuat inovasi kemasan berkembang sangat cepat. Karena itu pameran seperti ini penting sebagai ajang memperbarui teknologi dan tren industri,” ujarnya.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Afrizal Haris, menambahkan paradigma industri kemasan saat ini telah berubah. Kemasan tidak lagi hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga harus memenuhi aspek legalitas, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan.

“Kalau dulu kemasan yang penting murah dan bisa memuat produk. Sekarang harus memenuhi standar, memiliki label sesuai regulasi, aman digunakan, dan menggunakan bahan yang dapat didaur ulang agar mampu bersaing di pasar global,” katanya.

Baca Juga:  100 Hari Kerja, Ini Capaian Bupati dan Wabup Bojonegoro

Untuk mendukung transformasi tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) memberikan layanan konsultasi desain, pemilihan material, penyusunan label sesuai regulasi, hingga bantuan pencetakan kemasan secara gratis bagi pelaku IKM.

Selama 10 tahun terakhir, KDMK telah memberikan lebih dari 2.100 layanan konsultasi desain kemasan serta memfasilitasi hampir 700 bantuan pencetakan kemasan bagi pelaku industri kecil dan menengah.

Afrizal mengapresiasi penyelenggaraan ALLPACK Surabaya 2026 karena dinilai mampu menghadirkan ekosistem industri kemasan secara utuh, mulai dari penyedia teknologi, produsen, asosiasi, hingga pengguna industri.

“Pameran ini menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat rantai pasok industri kemasan nasional, meningkatkan kualitas produk, serta mendorong inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pasar global,” pungkasnya.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan
Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian
Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama
Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri
Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru