Baru 6 Desa Beroperasi, KDMP Pungpungan Kalitidu Masih Terkendala Perizinan Produk Lokal

- Admin

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Hari Rabu 22/7/2026 belum optimal dalam menyerap produk lokal masyarakat sekitar.

Padahal, dari total 18 desa yang ada di Kecamatan Kalitidu, saat ini baru ada enam desa yang koperasinya telah beroperasi dan berjalan dengan baik, yaitu Pungpungan, Pilangsari, Grebekan, Leran, Ngringinrejo, dan Mojo.

Namun, di tingkat operasional etalase, komoditas yang dijual di KDMP Pungpungan masih didominasi oleh barang subsidi pemerintah seperti beras SPHP dan MinyaKita.

Kasir KDMP Pungpungan, Deni, mengungkapkan bahwa produk olahan warga salah satunya Telur Gayatri belum bisa dipasarkan di koperasi tersebut. Hal ini terjadi karena seluruh produk lokal wajib mengantongi izin resmi dari pihak pengelola pusat, Agrinas.

Baca Juga:  Sebanyak 300 Anak Yatim di Bojonegoro dapat berkah dari Dirut PT Kareb

“Yang paling dibutuhkan warga selama ini memang beras dan MinyaKita. Untuk Telur Gayatri belum bisa masuk karena produk lokal yang dialokasikan ke KDMP harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Agrinas,” ujar Deni.

Selain kendala perizinan produk lokal, Deni membeberkan adanya persoalan pada rantai pasokan. Proses pengajuan Purchase Order (PO) sering kali memakan waktu lama. Akibatnya, stok barang di toko kerap kosong sebelum pasokan baru tiba.

Saat ini, KDMP Pungpungan mempekerjakan enam orang pengurus yang terdiri atas wakil manajer, dua operator opname barang, dan dua kasir. Seluruh pengurus digaji oleh Agrinas, meski mereka mengaku belum mengetahui secara pasti rincian kontrak kerja masing-masing.

Baca Juga:  Siswi Kelas 2 SDN Talango Gondol 2 Medali Emas Sekaligus di Ajang Pencak Silat BIC I 2020

Mengenai operasional harian, laporan barang keluar dan masuk diinput secara berkala melalui sistem situs web terintegrasi.

Petugas dari Agrinas juga rutin melakukan kontrol seminggu sekali untuk mengecek ketersediaan stok barang. Dengan pola operasional tersebut, KDMP Pungpungan mencatatkan rata-rata omzet sekitar Rp15 juta per bulan.

Meski demikian, keberadaan kantor perwakilan Agrinas di wilayah Bojonegoro masih menjadi tanda tanya. Baik pengurus maupun karyawan KDMP Pungpungan mengaku tidak mengetahui lokasi pasti kantor tersebut.

Kendala belum terakomodasinya produk lokal ini turut dibenarkan oleh Kepala Desa Pungpungan, Slamet Hari Hadi. Ia menyebutkan bahwa selain Telur Gayatri, warga Pungpungan juga memiliki inovasi produk olahan baru berbahan dasar waluh (labu kuning) yang belum bisa dijual di koperasi.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Wisata Bojonegoro Mulai Rasakan Manfaat, Pendapatan Meningkat Drastis

Slamet meyakini, jika program subsidi pemerintah disalurkan secara konsisten melalui koperasi dan produk lokal diberi ruang, KDMP akan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Saat ini yang baru bisa dijual di KDMP memang baru beras subsidi dan MinyaKita, komoditas lain belum masuk. Namun, jika semua barang subsidi dan produk warga bisa masuk, saya yakin KDMP tahun depan dapat berkembang pesat. Apalagi setelah mendapat arahan dari Kementerian Koperasi di Jakarta beberapa waktu lalu,” pungkas Slamet.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Lindungi Lahan Pertanian dan Industri, Bojonegoro Godok Revisi RTRW
Perdami Jatim Gelar Baksos Operasi Katarak di RSUD Padangan, Tekan Angka Kebutaan di Bojonegoro
RSUD Padangan Gelar Baksos Operasi Katarak, Dinkes Bojonegoro Dorong Peningkatan Layanan dan Naik Kelas
Puncak Hari Jadi Bojonegoro ke-349, RSUD Padangan Bebaskan Biaya Operasi Katarak dan Obat-obatanya
DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Berita Terbaru