Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

- Admin

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas Morula IVF Surabaya, dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), (Tengah) bersama orang tua Ryan dan Raina yang berhasil melakukan program IVF Morula Surabaya

i

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas Morula IVF Surabaya, dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), (Tengah) bersama orang tua Ryan dan Raina yang berhasil melakukan program IVF Morula Surabaya

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Setelah menanti selama 22 tahun, pasangan suami istri asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akhirnya merasakan kebahagiaan menjadi orang tua. Yusuf Santoso dan Mina menyambut kelahiran sepasang bayi kembar melalui program fertilisasi in vitro atau bayi tabung (IVF) yang mereka jalani di Morula IVF Surabaya.

Tangis bayi laki-laki dan perempuan yang lahir pada 2 Juli 2026 menjadi penanda berakhirnya penantian panjang pasangan tersebut. Selama lebih dari dua dekade, berbagai upaya telah mereka lakukan untuk memperoleh keturunan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif. Namun, hasil yang diharapkan tak kunjung datang.

Harapan baru muncul setelah Yusuf mendapat informasi dari seorang kerabat yang berhasil memperoleh momongan melalui program bayi tabung. Meski harus bolak-balik menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Sumenep ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan, pasangan itu memutuskan mencoba peluang tersebut.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Jatim, Sampaikan Langkah-langkah Atasi Covid-19

“Awalnya kami hanya ingin berusaha sekali lagi. Alhamdulillah, Allah memberikan rezeki yang tidak pernah kami bayangkan,” ujar Yusuf, Sabtu (25/7/2026).

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas Morula IVF Surabaya, dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), menjelaskan bahwa peluang kehamilan Mina sebenarnya tergolong rendah. Saat pemeriksaan awal, kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) pasien hanya 0,1, jauh di bawah kisaran normal yang umumnya berada pada angka 2 hingga 3.

Menurut Benediktus, kadar AMH tersebut menunjukkan cadangan sel telur yang sangat sedikit dan bahkan telah mengarah pada kondisi pramenopause. Selain itu, Mina juga harus menjalani tindakan laparoskopi sebelum mengikuti program IVF.

“Secara teori peluangnya memang kecil. Namun selama masih ada sel telur dan sperma, kesempatan untuk memperoleh kehamilan tetap ada,” kata Benediktus.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Ruang Mesin Genset Kantor Bupati Sampang Terbakar

Selama kurang lebih delapan bulan, tim medis mendampingi seluruh proses terapi hingga diperoleh dua embrio yang dinilai memiliki kualitas baik. Kedua embrio kemudian ditanamkan dan berkembang menjadi kehamilan kembar.

Kehamilan pada usia Mina yang telah memasuki 41 tahun menjadi tantangan tersendiri. Pengawasan dilakukan secara intensif, termasuk ketika pasien sempat menjalani perawatan pada usia kehamilan tujuh hingga delapan bulan. Meski demikian, kehamilan berhasil dipertahankan hingga mendekati usia cukup bulan sebelum akhirnya kedua bayi lahir dalam kondisi sehat.

Benediktus mengaku kasus tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menangani pasien infertilitas. Menurut dia, keberhasilan memperoleh kehamilan kembar pada pasien dengan masa penantian 22 tahun dan kadar AMH yang sangat rendah merupakan kasus yang jarang ditemui.

Baca Juga:  Kalimantan Selatan Promosikan Geopark Meratus Ke Masyarakat Surabaya

Ia juga mengingatkan pasangan yang merencanakan kehamilan agar tidak menunda pemeriksaan kesuburan apabila belum memperoleh keturunan dalam waktu yang cukup lama, terutama ketika usia terus bertambah.

“Semakin bertambah usia, kualitas sel telur maupun sperma akan menurun. Karena itu, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Bagi Yusuf dan Mina, rumah yang selama bertahun-tahun terasa lengang kini dipenuhi suara tangis bayi. Kesibukan mengurus Ryan dan Raina menjadi kebahagiaan yang selama ini mereka impikan.

“Tetap semangat dan jangan menyerah,” kata Yusuf, memberi pesan kepada pasangan lain yang masih berjuang mendapatkan buah hati.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN
HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan
HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Senin, 21 September 2026 - 12:26 WIB

HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Berita Terbaru