153 Perusahaan Ramaikan Surabaya Printing Expo 2026, Usung Transformasi Industri Grafika

- Admin

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrensi pers pameran Surabaya Printing Expo (SPE) di Grand City

i

Konfrensi pers pameran Surabaya Printing Expo (SPE) di Grand City

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Di tengah pesatnya digitalisasi, industri grafika nasional tidak lagi bertumpu pada bisnis percetakan konvensional. Permintaan pasar kini bergeser ke produk bernilai tambah seperti kemasan, label, hingga layanan cetak yang lebih personal dan efisien. Perubahan itu mendorong pelaku industri berinvestasi pada teknologi baru agar tetap kompetitif.

Momentum tersebut menjadi latar penyelenggaraan Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang digelar di Grand City Convex Surabaya pada 8–11 Juli 2026.

Sebanyak 153 perusahaan ambil bagian dalam pameran yang menampilkan teknologi industrial printing, digital printing, packaging decoration, percetakan tekstil, hingga berbagai solusi industri kreatif.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Pameran Surabaya Printing Expo kali ini ada peningkatan sedikit dibanding tahun lalu, menjadi 153 perusahaan. Yang ditampilkan lebih banyak industrial printing technology, termasuk packaging decoration, printing untuk promosi, percetakan tekstil, dan digital printing,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga:  Kapolres Bangkalan Bersama Ormas Turba Bagikan Bantuan ke Warga Tak Tersentuh Bansos di Kecamatan Sepulu

Menurut Daud, meningkatnya kebutuhan industri makanan dan minuman ikut mendongkrak permintaan terhadap sektor percetakan dan kemasan. Karena itu, SPE 2026 diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing melalui pemanfaatan teknologi.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, mengatakan tantangan industri saat ini tidak hanya berasal dari kondisi ekonomi, tetapi juga perubahan kebutuhan pasar yang menuntut proses produksi lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Pameran ini bukan hanya sekadar ajang jual beli mesin, melainkan ruang solusi bisnis,” katanya.

Ia menilai peluang pertumbuhan industri kini semakin terbuka melalui pengembangan packaging, labeling, smart packaging, dan creative printing.

Baca Juga:  Jaringan Makin Luas, Bank Sampang Buka Payment Point di RSUD dr Mohammad Zyn

Ketua DPD PPGI Jawa Timur, Iwan Dhamar Suprihantono, menilai perkembangan teknologi digital justru membuka peluang baru bagi industri grafika nasional.

“Industri percetakan kita di Indonesia tidak sedang kehilangan masa depannya, tetapi sedang menemukan masa depan yang baru dengan teknologi-teknologi baru dan kreativitas baru,” ujarnya.

Menurut Iwan, pasar kini lebih membutuhkan produk cetak yang kreatif, dipersonalisasi, hingga teknologi 3D printing. Pameran ini juga menghadirkan mesin produksi karya anak bangsa yang diharapkan mampu memperkuat industri dalam negeri.

Transformasi tersebut diyakini akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Yudi Ariyanto, mengatakan industri percetakan menjadi sektor penunjang berbagai industri manufaktur sehingga penguatannya akan ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Bawang Mas Group Gelar Pameran Bonsai Lokal

“Dengan berbagai kontribusi yang luar biasa, saya kira ini akan bersama-sama turut menggerakkan ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo. Menurut dia, pemanfaatan teknologi percetakan dan inovasi kemasan akan membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan masuk ke rantai pasok industri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Ali Afandi, berharap penyelenggaraan SPE turut memperkuat sektor MICE di Surabaya dan mendorong pergerakan wisatawan serta aktivitas ekonomi di Jawa Timur.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa mendorong pergerakan orang, pergerakan wisatawan, dan pergerakan ekonomi di Jawa Timur,” pungkasnya.

Penulis : Muji

Editor : Putro

Berita Terkait

VinFast Perluas Layanan Purnajual, Jaringan Servis Tembus 100 Outlet
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun
Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar
Jaga Stabilitas Harga Tembakau, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Ajak PR Lokal Maksimalkan Penyerapan Tembakau Petani
Resmi Dibuka, Surabaya Printing Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Grafika Nasional
Perlunya Mensterilkan Program Makan Bergizi Gratis dari Inefisiensi dan Politisasi Lokal
EastFood Indonesia 2026 Bidik 20 Ribu Pengunjung, Perkuat Posisi Jatim sebagai Pusat Industri Pangan Indonesia Timur
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru