Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist

- Admin

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan, “Gayatri”, terus menjadi sorotan publik. Program ini menghadapi tantangan ganda, mulai dari fluktuasi harga jual telur hingga masalah kedisiplinan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, membeberkan sejumlah langkah taktis dan intervensi yang tengah dilakukan pemerintah daerah demi menjaga keberlanjutan program. Hari Selasa 7/7/2026. Bojonegoro provinsi Jawa timur.

Setyo Wahono tidak menampik adanya fluktuasi pasar yang sempat menekan para peternak Gayatri. Sekitar sepekan lalu, harga telur sempat merosot tajam ke angka Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram.

Namun, saat ini harga mulai merangkak naik menuju angka normal di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram.

Untuk mengantisipasi kerugian KPM akibat tingginya biaya produksi, Pemkab Bojonegoro melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan mengambil langkah konkret. Mereka menjalin kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pabrik pakan asal Jombang.

Baca Juga:  Menjelang Hari Jadi Bojonegoro, Pj Bupati Andrianto Ziarah Ke Asta Raden Aryo Dalem

“Kami mencoba memformulasikan campuran pakan antara pabrikan dengan campuran lokal agar tetap memenuhi standar nutrisi, namun dengan harga yang jauh lebih miring. Dari hasil uji coba, kualitas pertumbuhan ayam dan bobot telur terbukti sama bagusnya,” ujar Setyo Wahono.

Melalui sinergi BUMD Pangan ini, pemerintah berhasil menekan harga pakan dengan selisih sekitar Rp500 hingga Rp700 per kilogram dibanding pakan komersial di pasar bebas. Dengan efisiensi ini, peternak diharapkan bisa mengantongi sisa keuntungan Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram saat harga menyentuh Rp22.000.

Lebih lanjut, Setyo Wahono menegaskan konsep dasar yang dibangun Pemkab Bojonegoro saat ini adalah intervensi hulu-hilir. Selain meminimalkan biaya pakan di hulu, pemerintah juga mengunci pasar di hilir agar hasil telur KPM langsung terserap.

“Kami mengintervensi agar hasil telur ini bisa dibeli oleh ASN (Aparatur Sipil Negara), SPPG, serta kelompok masyarakat. Harapannya harga tetap stabil,” jelasnya.

Baca Juga:  Sertifikat Program Tora Terbit, Warga Desa Temurejo Banyuwangi Selametan Ingkung Sewu

Bupati juga menekankan pentingnya edukasi tata kelola ekonomi kepada masyarakat agar tidak melulu bergantung pada subsidi tanpa perhitungan matang.

Menurutnya, pemda ingin mendidik masyarakat untuk memahami titik impas atau Break Even Point (BEP), sehingga program ini benar-benar memberikan keuntungan jangka panjang.

Disinggung mengenai rencana perizinan pabrik pakan skala besar di internal Bojonegoro, Bupati mengaku pihak swasta sejauh ini belum memasukkan dokumen formal.

“Itu ranah swasta. Sampai hari ini, dokumen perizinan pabrik pakan belum ada yang masuk ke kami. Nanti coba kami cek kembali,” tambahnya.

Di sisi lain, potret buram mengenai adanya oknum peternak Gayatri yang gagal mulai dari membiarkan kandang kosong, menjual ayam, hingga menyembelihnya tidak luput dari perhatian serius. Setyo Wahono mengingatkan kembali komitmen awal saat sosialisasi program.

Baca Juga:  Usai Dilantik, Begini Harapan Ketua AKD Bojonegoro

“Sejak awal kami sudah sampaikan kepada KPM bahwa ini adalah bantuan investasi dari pemerintah agar dirawat secara berkelanjutan, bukan modal instan untuk dihabiskan. KPM yang tidak tertib, yang menjual atau menyembelih ayamnya sehingga menghilangkan aset negara tersebut, tentu akan menerima sanksi. Salah satunya, mereka tidak akan lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah di kemudian hari,” tegas Bupati.

Mengenai postur anggaran Program Gayatri di Tahun Anggaran (TA) 2026, Bupati memastikan skema pembiayaan masih berjalan linier seperti tahun sebelumnya, dengan fokus pada optimalisasi dampak dan keberlanjutan.

“Anggaran 2026 tetap berjalan seperti tahun lalu. Fokus kami adalah bagaimana KPM Gayatri ini terus berkelanjutan, memberikan dampak ekonomi nyata, dan yang terpenting, rantai pasok dari pakan hingga serapan output-nya tidak memberatkan para KPM di lapangan,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro
Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar
Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan
DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat
Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Senin, 21 September 2026 - 12:26 WIB

HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Berita Terbaru