Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Bojonegoro Kick-Off Pasar Murah di Tanjungharjo, Ada Beras Murah hingga Telur KPM Gayatri

- Admin

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai tancap gas menjaga stabilitas harga pangan.

Langkah ini diawali dengan digelarnya Pasar Murah perdana di Balai Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang bertujuan menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat ini dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, H, Setyo Wahono.

Upaya Preventif Sebelum Ramadan
Bupati Setyo Wahono menegaskan, bahwa pemilihan waktu operasi pasar di akhir Januari ini merupakan langkah preventif agar gejolak harga tidak terjadi saat memasuki bulan puasa nanti.

“Sekedap malih sampun puasa, lan sekedap malih mesthi Lebaran (Sebentar lagi sudah puasa dan lebaran). Karena itu, kami mengawali operasi pasar ini agar harga tetap terkendali dan masyarakat benar-benar merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah,”ungkapnya.

Baca Juga:  Beredar Kabar Oknum Mantan Sekdes di Torjun Sampang Diamankan Polisi

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Disdagkop UM Retno Wulandari, Camat Kapas Zenny, Kepala Desa Tanjungharjo Suyono, serta jajaran OPD, Pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Ketua BPD Edi Sudaryono dan jajaran.

Ada yang berbeda dalam operasi pasar kali ini. Selain komoditas pabrikan dan Bulog, stan pasar murah turut diwarnai dengan kehadiran produk telur ayam segar. Telur-telur tersebut merupakan hasil produksi mandiri dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Gayatri.

Bupati Setyo Wahono tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat meninjau stan tersebut. Menurutnya, keberhasilan KPM Gayatri memproduksi telur secara mandiri adalah bukti nyata keberhasilan transformasi ekonomi masyarakat.

“Paling tidak hari ini mindset telah banyak berubah. Keberhasilan program Gayatri sudah mencapai kurang lebih 95 persen. Jadi dengan adanya telur hasil produksi sendiri yang dijual di sini, semoga ke depan mereka bisa bertambah sukses,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Baca Juga:  Viral Video Oknum Satpol PP Asyik Bermesraan di Atas Motor, Posisinya Bikin Warganet Gagal Fokus

Bagi Bupati, keberhasilan ini adalah simbol kemandirian. Pemerintah tidak hanya hadir memberikan subsidi harga, tetapi juga membuktikan bahwa program pemberdayaan masyarakat mampu mencetak produsen pangan baru di tingkat desa.

Kepala Dinas Perdanggan dan koperasi, UMKM (Disdagkop UM) Bojonegoro Retno Wulandari, menjelaskan bahwa pasar murah di Tanjungharjo ini merupakan titik pertama dari 29 lokasi yang telah dijadwalkan di seluruh kecamatan se-Bojonegoro.

“Kami berkolaborasi dengan Bulog, Bravo Supermarket, serta pelaku UMKM dan KPM binaan. Hari ini kami sediakan 300 sak beras, minyak goreng, dan yang paling banyak diburu adalah LPG 3 kilogram,” terang Retno.

Baca Juga:  Atlet SH Terate Cabang Bojonegoro Raih Juara Umum III di Kejurnas Airlangga Cup VII

Sebanyak lebih dari 400 tabung gas melon disiapkan dengan harga subsidi sebesar Rp17.000. Retno juga menegaskan komitmennya untuk terus menggandeng KPM Gayatri dalam setiap titik operasi pasar ke depan.

“Kami siapkan stan khusus bagi KPM Gayatri untuk memasarkan telur mereka,” tambahnya.

Dari pantauan awak media Suara bangsa, masyarakat Tanjungharjo sangat antusias acara yang diselenggarakan pemkab Bojonegoro lewat Disdagkop UM, dari pukul 7:00 WIB ratusan ibu-ibu sudah antri kupon di operasi pasar murah tersebut.

“Di Tanjungharjo ini yang pertama kali,” Pungkas Retno Wulandari.

Dengan dimulainya program di Tanjungharjo, masyarakat di kecamatan lain kini tengah menanti giliran jadwal pasar murah yang akan segera bergeser ke wilayah mereka secara bertahap.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo
Wakil Bupati Bojonegoro: Kurangi Pengangguran, Semua Pelatihan OPD Wajib Rekrut Peserta dari Pemegang Kartu AK-1
Bukan Sekadar Bantuan, Bupati Bojonegoro Sebut Keberhasilan Penuntasan Kemiskinan Adalah Perubahan Mindset dan Naik Kelas Ekonomi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:30 WIB

PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:56 WIB

Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:26 WIB

Komisi A Beri Tenggat Waktu, Soroti Hak User, Legalitas Proyek hingga Dugaan Pungutan Tambahan Rp10 Juta, Polemik Perumahan Klampok

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:29 WIB

Babak Baru Sengketa TKD Belun: Kades Jono Sebut Status Tanah ‘Celengan’ kegunaan Tergantung Kebijakan Desa

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB

Daerah

PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:30 WIB