BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kabupaten Bojonegoro dalam meraih target meraih penghargaan Adipura menjadi misi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tahun ini.
Dalam momen halalbihalal bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Bojonegoro, Rabu (25/3/2026), Bupati Setyo Wahono secara terbuka memaparkan tantangan daerah, mulai dari keterbatasan anggaran hingga persoalan sampah di lapangan.
Bupati Setyo Wahono dalam sambutanya menegaskan bahwa kehadiran Menteri Hanif, yang merupakan putra daerah asli Bojonegoro, harus menjadi pelecut semangat (spirit) bagi seluruh jajaran birokrasi.
Terlebih, latar belakang Menteri Hanif yang sangat memahami dunia lingkungan hidup memberikan beban moral tersendiri bagi Pemkab Bojonegoro.
“Pak Menteri, kami ada pengurangan anggaran yang luar biasa. Harapan kami, pemerintah pusat bisa memberikan dukungan (support) yang lebih besar. Kehadiran Bapak menjadi spirit bagi kami agar jangan sampai Bojonegoro tidak dapat Adipura,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Dalam nada berkelakar namun serius, Bupati Setyo Wahono menyinggung soal tanggung jawab moral jika target Adipura meleset.
Ia menyebutkan ada “urutan rasa malu” yang akan dirasakan Warga Bojonegoro dan pejabat Bojonegoro, jika Bojonegoro gagal menjaga kebersihan lingkungannya.
“Tentu yang paling tidak enak itu Pak Menteri. Kalau yang paling malu, lebih malu lagi itu saya dan Bu Wakil Bupati (Nurul Azizah), karena beliau ini mantan Kepala DLH. Terus yang jauh lebih sangat malu lagi ya jajaran DLH sendiri. Begitu urutannya,” seloroh Bupati yang disambut tawa para tamu undangan.
Tak hanya kepada pejabat, Bupati juga menitipkan pesan kepada “Pasukan Kuning” agar memiliki kepekaan yang melampaui batas wilayah tugas.
Ia meminta petugas tidak hanya menyapu wilayahnya saja, tetapi terpanggil jika melihat sampah di jalan lain.
“Misal, Jangan kalau ada sampah di Jalan Dr. Sutomo hanya dilihat saja karena merasa itu bukan wilayah tugasnya (Jalan Panglima Sudirman). Mari kita semua terpanggil sebagai Menjaga lingkungan kebersihan bersama-sama, karena sampah adalah PR bersama,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Setyo Wahono berharap Menteri Hanif Faisol sering berkunjung ke tanah kelahirannya untuk memberikan bimbingan teknis.
“Saya hanya sekadar mengutarakan masalah di lapangan saja, biar nanti Pak Menteri yang menerjemahkan solusinya. Kami mohon saran dan bimbingannya agar tidak mengulang kesalahan yang kemarin,” pungkas Bupati.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara kebijakan nasional dan aksi lokal di Bumi Angling Dharma demi terwujudnya Bojonegoro yang bersih, sehat, dan berprestasi.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















