Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura

- Admin

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kabupaten Bojonegoro dalam meraih target meraih penghargaan Adipura menjadi misi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tahun ini.

Dalam momen halalbihalal bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Bojonegoro, Rabu (25/3/2026), Bupati Setyo Wahono secara terbuka memaparkan tantangan daerah, mulai dari keterbatasan anggaran hingga persoalan sampah di lapangan.

Bupati Setyo Wahono dalam sambutanya menegaskan bahwa kehadiran Menteri Hanif, yang merupakan putra daerah asli Bojonegoro, harus menjadi pelecut semangat (spirit) bagi seluruh jajaran birokrasi.

Terlebih, latar belakang Menteri Hanif yang sangat memahami dunia lingkungan hidup memberikan beban moral tersendiri bagi Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga:  Wajah Baru Jalan Desa Kepoh Bojonegoro

“Pak Menteri, kami ada pengurangan anggaran yang luar biasa. Harapan kami, pemerintah pusat bisa memberikan dukungan (support) yang lebih besar. Kehadiran Bapak menjadi spirit bagi kami agar jangan sampai Bojonegoro tidak dapat Adipura,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Dalam nada berkelakar namun serius, Bupati Setyo Wahono menyinggung soal tanggung jawab moral jika target Adipura meleset.

Ia menyebutkan ada “urutan rasa malu” yang akan dirasakan Warga Bojonegoro dan pejabat Bojonegoro, jika Bojonegoro gagal menjaga kebersihan lingkungannya.

“Tentu yang paling tidak enak itu Pak Menteri. Kalau yang paling malu, lebih malu lagi itu saya dan Bu Wakil Bupati (Nurul Azizah), karena beliau ini mantan Kepala DLH. Terus yang jauh lebih sangat malu lagi ya jajaran DLH sendiri. Begitu urutannya,” seloroh Bupati yang disambut tawa para tamu undangan.

Baca Juga:  442 Warga dan 14 anak Yatim piatu Desa Plesungan mendapat berkah di bulan Ramadhan

Tak hanya kepada pejabat, Bupati juga menitipkan pesan kepada “Pasukan Kuning” agar memiliki kepekaan yang melampaui batas wilayah tugas.

Ia meminta petugas tidak hanya menyapu wilayahnya saja, tetapi terpanggil jika melihat sampah di jalan lain.

“Misal, Jangan kalau ada sampah di Jalan Dr. Sutomo hanya dilihat saja karena merasa itu bukan wilayah tugasnya (Jalan Panglima Sudirman). Mari kita semua terpanggil sebagai Menjaga lingkungan kebersihan bersama-sama, karena sampah adalah PR bersama,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Setyo Wahono berharap Menteri Hanif Faisol sering berkunjung ke tanah kelahirannya untuk memberikan bimbingan teknis.

Baca Juga:  Panggung Budaya Madura #2 Meriahkan Hari Jadi ke-400 Sampang

“Saya hanya sekadar mengutarakan masalah di lapangan saja, biar nanti Pak Menteri yang menerjemahkan solusinya. Kami mohon saran dan bimbingannya agar tidak mengulang kesalahan yang kemarin,” pungkas Bupati.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara kebijakan nasional dan aksi lokal di Bumi Angling Dharma demi terwujudnya Bojonegoro yang bersih, sehat, dan berprestasi.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo
Wakil Bupati Bojonegoro: Kurangi Pengangguran, Semua Pelatihan OPD Wajib Rekrut Peserta dari Pemegang Kartu AK-1
Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Bojonegoro Kick-Off Pasar Murah di Tanjungharjo, Ada Beras Murah hingga Telur KPM Gayatri
Bukan Sekadar Bantuan, Bupati Bojonegoro Sebut Keberhasilan Penuntasan Kemiskinan Adalah Perubahan Mindset dan Naik Kelas Ekonomi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru