BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Strategi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengelola kemiskinan kini menjadi sorotan positif.
Tidak hanya sukses menciptakan aplikasi Gayatri yang mulai diadopsi berbagai kabupaten di Jawa Timur,
Bojonegoro juga dinilai berhasil mengubah pola pikir warga miskin dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi mandiri. Bojonegoro Hari Jumat 30/1/2026 Provinsi Jawa timur.
Saat ini, Pemkab sedang menuntaskan verifikasi faktual terhadap sekitar 54 ribu warga melalui penempelan stiker. Targetnya, sinkronisasi data dari Damisda ke Data Sen akan rampung dalam satu bulan ini.
Menurut Setyo Wahono Bupati Bojonegoro, indikator kesuksesan program seperti hibah domba dan budidaya lele tidak dilihat dari seberapa banyak bantuan yang tersalurkan, melainkan dari pergerakan kesejahteraan warga.
“Agar kita bisa evaluasi dari desil satu sampai desil 10. Kita evaluasi, apa yang kita berikan ke masyarakat bisa tepat sasaran,” jelas Bupati.
Program pemberdayaan seperti ternak domba dengan skema korporasi dan budidaya lele skala rumah tangga dirancang sebagai stimulan. Tujuannya agar warga tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan mampu mengelola aset yang diberikan untuk menjadi sumber penghasilan tetap.
Keberhasilan Bojonegoro dalam memadukan validasi data yang ketat (stikerisasi) dengan pembangunan mentalitas mandiri ini diakui telah menginspirasi daerah lain.
“Hari ini saya mendengar ada beberapa kabupaten di Jawa Timur mengikuti program kita dalam mengentaskan kemiskinan, salah satunya Gayatri ini,” tambah Bupati.
Tambahnya, Dengan kombinasi data yang akurat, pengawasan lapangan yang nyata, dan fokus pada perubahan pola pikir masyarakat, Bojonegoro optimis angka kemiskinan ekstrem akan terus merosot secara berkelanjutan.
Saat disinggung mengenai parameter keberhasilan program-program tersebut, Bupati memberikan jawaban filosofis sekaligus teknis,
“Alat ukurnya satu; naik dari desil satu ke desil dua. Yang kedua, sudah mindset ke mandiri. Itu yang penting, membangun mindset juga membangun ekonomi,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















