PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur memanfaatkan dana DBHCHT tahun 2021 untuk meningkatkan mutu dan kwalitas tembakau.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan Ajib Abdullah, diruang kerjanya kepada sejumlah Media.
“Yakni tentunya dengan cara memperbaiki budi dayanya, untuk cara menanam tembakau yang baik kita lakukan pelatihan-pelatihan dalam bentuk sekolah lapang atau sekolah dilahan,” terang Ajib yang merupakan mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pamekasan tersebut.
Dirinya juga mengatakan jika pelatihan-pelatihan serta sekolah lapang ini dilakukan mulai dari olah tanah yang baik bagaimana, kemudian pembibitan sampai ke pasca panen, bagaimana nanti mengolah pasca panennya, sehingga hasilnya benar-benar sesuai dengan harapan pabrikan kwalitasnya.
Setelah mendapatkan serta mengikuti pelatihan dan sekolah lapang, para petani tembakau kemudian diberikan bermacam-macam bantuan.
“Ada Mesin Prajang, Hand Traktor, Cultivator, dan lain lain,” jelasnya.
Ditanya terkait cara untuk mendapatkan bantuan tersebut bagaimana, Ajib mengatakan sangat mudah, yakni, tentunya dengan cara ada yang mengajukan proposal adapula yang melalui binaan Dinas.
Akan tetapi itu berlaku bagi para petani yang sebelumnya, belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali, dan bagi yang sudah pernah mendapatkan bantuan sebelumnya, atau tiga tahun yang lalu, maka mereka tidak akan mendapatkan bantuan lagi di tahun 2021 ini.
“Tapi dalam bentuk pembinaan tehnis tetap kita berikan, yakni pelatihan-pelatihan khusus serta sekolah lapang, kemudian kami jalani kemitraan dengan pabrikan, sehingga para petani tetap bisa menjual langsung hasil panen tembakau mereka ke gudang tanpa melalui bandrol,” ujarnya.
“Sedangkan untuk pemberian bantuan kepada para petani tembakau sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, dan untuk sekolah lapangannya sendiri bulan mei kemarin sudah kami laksanakan,” imbuh Ajib.















