Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung

- Admin

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Saat rekomendasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum keluar dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, dari pemutakhiran data ditemukan ada Anomali DTSEN, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro memangil Dinas Sosial (Dinsos), Dinas tenaga kerja dan Industri, Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan hearing bersama terkait anomali DTSEN yang terjadi di Bojonegoro. Hari Jumat 5/6/2026, Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto menjelaskan, setelah Dengar pendapat Bersama, Dimana terjadi “Anomali DTSEN” dan hal tersebut telah disampaikan oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos), pemutakhiran data tersebut telah selai namun dari BPS belum keluar hasil akhirnya.

“Pemutakhiran sudah selesai data yang diserahkan ke BPS, ternyata belum keluar,Harus segera di percepat,karena data itu untuk rujukan yang lain-lain,” harapnya.

Imbuhnya, pelaksanaan sensus DTSEN yang dilakukan oleh pemerintah telah selesai, dan dalam Ground Check ditemukan anomali-anomali yang harus segera diselesaikan.

“Jadi pelaksanaan sensus oleh pemerintah,ditemukan ada Anomali,seperti contoh anomali aset,” jelasnya.

Baca Juga:  33 Desa di Bojonegoro Akan Lakukan Pilkades Serentak, Ini Jadwal Tahapannya

Lebih lanjut, Ahmad Supriyanto juga menjelaskan terkait anomali tersebut salah satunya adalah warga muslim yang ternak babi, warga yang berlantai tanah tapi ada sawah, tapi dapat bantuan, namun ternyata hal tersebut tidak ada petugas inputnya.

“Salah satu contoh ditemukan masyarakat Bojonegoro ditemukan ternak babi itu ratusan, ini yang memelihara muslim,ini kan gak sesuai, ternyata dilapangan tidak ada petugas nya input, saat-saat input hasil sensus itu,” ungkapnya.

Terkait Anomali DTSEN ini akan menjadi rekomendasi oleh DPRD Bojonegoro (red: Komisi C)DTSEN harus segera selesai di akhir Juni ini kepada pemerintah.

“Kita minta akhir Juni harus selasai,” ungkap Ahmad Supriyanto.

Dalam pengalian informasi awak media dari laman Website portal pemkab Bojonegoro, Pelaksanaan Ground Check dimulai pada Tanggal 11 s.d 25 Mei 2026 diseluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Per Tanggal 29 Mei 2026 proses update data anomali seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro sudah selesai seratus persen, Selanjutnya akan diproses dan diolah Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro sesuai dengan MoU Pemkab Bojonegoro dengan BPS Bojonegoro.

Baca Juga:  Hadiri Rapat Koordinasi di RSUD Sumberrejo, Bupati Bojonegoro Menyapa Warganya yang Dirawat

“Ini salah saya juga saya sih dalam hal ini tidak mengundang BPS,jadi kurang Komprehensif dalam perencanaan dirapat tersebut,” tambah lelaki yang gemar main bola.

Awak media Suara bangsa, mengutip dari portal milik Pemkab Bojonegoro dari pernyataan Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo menjelaskan, saat penyaluran bantuan secara simbolis, di Kecamatan Gayam, Senin (13/4/2026).

Menurutnya merupakan bagian dari upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan dengan berbasis pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dengan adanya pemutakhiran DTSEN, penyaluran bantuan sosial secara bisa tepat sasaran dan transparan.

Pemutakhiran data sendiri ditujukan untuk mendapatkan penerima bantuan sosial yang valid dan akurat, mendukung percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.

“Setelah dilakukan pemadanan dengan DTSEN Triwulan I Tahun 2026, jumlah penerima yang layak ditetapkan sebanyak 8.973 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” jelasnya.

Untuk data anak stunting dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro per 26 Januari 2026 tercatat sebanyak 1.186 anak.

Baca Juga:  DPRD Bojonegoro Matangkan Beberapa Raperda Strategis 2026-2030, Soroti Perlindungan Anak hingga Sektor Pariwisata

Dan dari hasil pemadanan dengan data KPM PKH, berdasarkan kriteria usia di bawah 5 tahun dan terdaftar sebagai penerima PKH per 31 Desember 2025, terdapat 102 penerima manfaat yang layak ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial stunting Tahun 2026.

Rincian Bantuan Sosial :
1. Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem,Jumlah penerima: 8.973 KPM,Besaran bantuan: Rp. 900.000,- / КРМ,Total anggaran: Rp. 8.075.700.000,-

2. Bantuan Sosial Stunting
Jumlah penerima, 102 KPM
Total bantuan: Rp. 2.400.000,- / KPM
Penyaluran: 4 tahap (Rp. 600.000 per tahap), Total anggaran: Rp. 244.800.000,-

Untuk pelaksanaan penyaluran simbolis dilaksanakan di Kecamatan Gayam dengan jumlah KPM kemiskinan ekstrem 153 КРM dan KPM stunting 5 KPM.

Sedangkan, Pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Bojonegoro telah selesai dan rampung seratus persen.

Pemkab Bojonegoro menugaskan total kurang lebih 2.580 petugas yang terdiri dari 430 koordinator dari desa/kelurahan dan 2.150 petugas teknis lapangan untuk merampungkan proses verifikasi dan validasi.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:41 WIB

Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:30 WIB

Suaminya Indehoy di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Warga Sumenep Lapor Polisi

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:40 WIB

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penyelundupan Gading Gajah Bermodus Jemaah Umrah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:09 WIB

Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto Angkat Bicara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:57 WIB

Pengadilan Tipikor Jatim Bakal Periksa Terdakwa Kasus Korupsi BSPS Sumenep Pekan Depan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:39 WIB

Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Percobaan Pembunuhan dan Kekerasan Pada Istri Siri

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:22 WIB

Polres Pamekasan Ringkus 5 Pelaku Curanmor

Berita Terbaru