Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur

- Admin

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Penguatan ekosistem industri menjadi kunci untuk mendongkrak daya saing mebel dan kerajinan nasional di pasar global. Hal itu mengemuka dalam pembukaan Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2026 yang digelar di Grand City Surabaya, Kamis (4/6/2026).

Pameran yang mempertemukan pelaku industri kehutanan, pengolahan kayu, dan manufaktur mebel ini diharapkan menjadi motor penguatan ekosistem industri sekaligus mendorong adopsi teknologi modern di sektor tersebut.

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung mengatakan, Indowood Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi, tetapi juga platform strategis yang mempertemukan industri, investasi, inovasi, dan teknologi dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.

“Indowood Expo 2026 menghadirkan bukan sekadar pameran, tetapi platform strategis untuk mempertemukan industri dengan teknologi, investasi, dan inovasi dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi,” kata Daswar.

Menurutnya, pameran yang menempati area seluas 4.000 meter persegi itu menghadirkan puluhan merek dari berbagai bidang, mulai pemasok bahan baku, mesin dan peralatan pengolahan kayu, hingga teknologi komputer dan perangkat lunak terbaru.

Baca Juga:  Kampung Nelayan di Surabaya Diserang Angin Kencang dan Air Pasang, Ditpolair Bantu Warga

Daswar menjelaskan berbagai teknologi yang ditampilkan menawarkan solusi otomatisasi dan sistem produksi berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil produksi kayu maupun mebel nasional.

“Melalui Indowood Expo 2026 kami berharap tercipta kolaborasi yang lebih luas antara pelaku industri nasional. Pameran ini juga membuka peluang investasi baru serta transfer teknologi yang dapat memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar internasional,” lanjutnya.

Selain menampilkan mesin dan teknologi terkini, pameran juga menghadirkan seminar serta forum diskusi yang membahas perkembangan teknologi produksi, proses finishing, hingga inovasi manufaktur terbaru.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menegaskan, Indowood Expo bukan semata-mata soal transaksi bisnis, melainkan sarana membangun ekosistem industri yang mendukung target ekspor mebel dan kerajinan nasional.

Baca Juga:  Cincin Tak Bisa Dilepas di Jari Bocah, Damkar Sampang Turun Tangan

“Yang lebih penting dari pameran ini adalah bagaimana kita membangun ekosistem. Di balik pertumbuhan industri mebel dan kerajinan yang kami targetkan mencapai 6 miliar dolar AS, ada kebutuhan bahan baku, teknologi produksi, hingga dukungan industri mesin yang harus berjalan bersama,” ucapnya.

Sobur lalu mencontohkan mengenai keberhasilan kawasan industri furnitur di Nanchang, China, yang mampu menghasilkan nilai ekspor hingga setara Rp200 triliun berkat ekosistem yang terbangun dengan baik.

“Saya tidak kagum dengan besarnya gedung atau mesinnya, tetapi pada ekosistem yang mereka bangun sehingga mampu menciptakan pertumbuhan luar biasa. Itu yang ingin kita pelajari dan bangun di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi menyebut, kegiatan pameran menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem industri kehutanan dan pengolahan kayu di provinsi tersebut.

Baca Juga:  153 Perusahaan Ramaikan Surabaya Printing Expo 2026, Usung Transformasi Industri Grafika

Ia mengungkapkan Jawa Timur saat ini memiliki 1.322 unit industri kayu dengan produksi kayu rakyat mencapai 3,5 hingga 4 juta meter kubik per tahun. Selain itu, sektor manufaktur telah menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap perekonomian daerah.

“Indowood Expo menjadi momentum sekaligus pekerjaan rumah bagi Jawa Timur untuk memiliki fasilitas pameran yang lebih representatif guna mendukung pertumbuhan industri dan investasi,” ujar Jumadi.

Pihaknya juga tengah mengembangkan sistem penelusuran kayu rakyat atau tracing system untuk memenuhi tuntutan pasar internasional, khususnya Uni Eropa, yang semakin menekankan aspek legalitas dan keberlanjutan produk kehutanan.

“Mudah-mudahan acara ini jadi momentum kita untuk Jawa Timur tidak ikut dalam konstelasi geopolitik dan berimbas pada ekonomi tetapi Jawa Indonesia akan menjadi pemimpin di ruang global ini,” pungkasnya.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru