Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan

- Admin

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kasus dugaan korupsi pengadaan logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Tahun Anggaran 2024 hingga kini belum ada kejelasan.

Meski laporan dan pengaduan terkait perkara tersebut telah masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep sejak akhir tahun 2025, publik masih belum mendapatkan kepastian mengenai sejauh mana proses hukum berjalan.

Berlarut-larutnya penanganan kasus tersebut mulai memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah kalangan mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyimpangan anggaran yang disebut-sebut melibatkan proyek pengadaan logistik untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kabupaten Sumenep.

Sejak awal tahun 2026, Kejari Sumenep berkali-kali menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap proses. Namun, hingga memasuki pertengahan tahun, belum ada informasi rinci mengenai perkembangan penyelidikan maupun pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

Pada April 2026 lalu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sumenep, Muhammad Edriyadi Djufri, saat dikonfirmasi wartawan hanya menyampaikan bahwa perkara tersebut masih dalam proses penanganan.

Baca Juga:  Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Demo Kampusnya

“Masih dalam proses,” ujarnya singkat saat itu.

Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai tahapan yang sedang berjalan, apakah masih berupa pengumpulan data dan bahan keterangan, pemeriksaan saksi, atau sudah masuk tahap penyelidikan yang lebih mendalam, pihak Kejari tidak memberikan penjelasan lebih rinci.

Situasi serupa kembali terjadi saat wartawan mencoba mengonfirmasi perkembangan terbaru kasus tersebut kepada Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sumenep, Endro Riski Erlazuardi, Kamis (4/6/2026).

Alih-alih memberikan perkembangan terbaru, Endro menyatakan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan bidang yang menangani perkara tersebut.

“Nanti saya tanyakan ke bidang terkait (Pidsus),” katanya singkat.

Jawaban tersebut menambah panjang daftar pertanyaan publik mengenai progres penanganan perkara yang telah menjadi perhatian masyarakat sejak beberapa bulan terakhir.

Sejumlah pemerhati kebijakan publik menilai transparansi dalam penanganan perkara korupsi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Salah satunya muncul dari Sekjen Asosia Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sulaisi Abdurrazaq, MH.

Terlebih, kasus yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu memiliki tingkat sensitivitas tinggi karena menyangkut penggunaan anggaran negara serta integritas proses demokrasi.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Mulai Soroti Dampak Lingkungan Limbah Perusahaan

Menurut mereka, apabila sebuah perkara telah ditangani dalam waktu cukup lama tanpa adanya penjelasan yang memadai kepada publik, maka akan muncul berbagai asumsi dan persepsi negatif yang berpotensi merugikan institusi penegak hukum itu sendiri.

“Publik hanya ingin kepastian. Jika memang masih berproses, sejauh mana prosesnya perlu dijelaskan. Transparansi penting agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Di sisi lain lanjut Sulaisi, masyarakat juga menyoroti belum adanya informasi mengenai potensi kerugian negara dalam perkara tersebut maupun hasil audit yang menjadi dasar pengusutan dugaan korupsi pengadaan logistik KPU Sumenep Tahun 2024.

“Padahal, dalam berbagai kasus tindak pidana korupsi, perkembangan proses hukum biasanya dapat diketahui melalui tahapan-tahapan yang diumumkan secara terbuka, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga pelimpahan perkara ke pengadilan” tandas pengacara muda itu.

Menurut Ketua APSI Jawa Timur itu, kondisi yang berbeda justru terlihat dalam penanganan perkara ini. Selama beberapa bulan terakhir, informasi yang disampaikan kepada publik terkesan stagnan dan belum menunjukkan adanya progres signifikan.

Baca Juga:  Covid-19 di Sumenep, 1 Pasien Sembuh dan 1 Pasien Meninggal Dunia

“Akibatnya, mulai bermunculan dugaan di tengah masyarakat bahwa perkara tersebut sengaja dibiarkan berlarut-larut atau bahkan berpotensi diselesaikan secara diam-diam tanpa kejelasan hasil penanganan” pungkasnya.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Kejari Sumenep yang menjelaskan secara detail status hukum perkara dugaan korupsi pengadaan logistik KPU Sumenep Tahun 2024 tersebut.

Publik kini menunggu langkah konkret Kejari Sumenep untuk membuktikan komitmen pemberantasan korupsi melalui keterbukaan informasi dan percepatan penanganan perkara yang menjadi sorotan masyarakat luas.

Kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas penegakan hukum di Kabupaten Sumenep. Masyarakat berharap Kejari tidak hanya berhenti pada pernyataan “masih dalam proses”, tetapi juga mampu memberikan kepastian hukum yang jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Penulis : Arif

Editor : Putri

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru