SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Seorang keluarga pasien mengeluhkan sikap salah satu oknum dokter di Puskesmas Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang dinilai sama sekali tidak ramah.
Pengalaman tak mengenakkan tersebut dialami oleh Dafid Efendi yang mendampingi pasien ke Puskesmas pada Selasa (23/12/2025), untuk mendapatkan perawatan dan mengurus rujukan
Saat menyampaikan permohonan rujukan, oknum dokter puskesmas tersebut memberikan respon dengan sikap yang dianggap kasar dan tidak sopan. Hal ini memicu kekecewaan keluarga pasien.
“Sangat tidak sopan, apalagi ke pasien, ke saya aja tidak sopan. Bahkan oknum dokter itu mengancam tidak mau mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit,” kata Dafid kepada kontributor suarabangsa.co.id.
Ia menilai sikap tersebut tidak pantas ditunjukkan oleh Tenaga Kesehatan (Nakes), apalagi seorang dokter yang seharusnya memberikan pelayanan dengan sikap empati dan profesional.
“Harusnya setiap nakes wajib memberikan pelayanan dengan sikap yang santun, sesuai dengan etika profesi dan standar pelayanan publik,” ujarnya.
“Sikap oknum dokter ini sangat tidak sopan dalam melayani pasien. Saat saya mengambil rujukan ke dokter, resep obatnya di rampas dari saya, ini kan tidak sopan,” tambahnya.
Dafid berharap, nakes dapat menjunjung tinggi sikap profesional, empati, dan kesopanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia pun mendorong agar pelayanan di Puskesmas Camplong lebih baik.
“Semoga Ibu Kapus segera menindaklanjuti kejadian ini dan memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” harapnya memungkasi.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Puskesmas (Kapus) Camplong, drg Hurin Ain, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang kurang mengenakkan tersebut.
“Pertama saya sampaikan permohonan maaf atas nama salah satu staf saya dan juga atas nama Puskesmas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Hurin.
Menurut Hurin, atas kejadian itu, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarga pasien. Dia pun sangat meyayangkan kejadian tersebut.
“Tadi sudah saya pertemukan langsung dengan yang bersangkutan. Saya sangat meyayangkan hal ini terjadi,” tuturnya.
Hurin mengaku jika pihaknya sudah menegur yang bersangkutan. Oknum dokter itu disebut juga sudah menyampaikan permohonan maaf.
“Sudah saya berikan teguran atas tindakannya, dan yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan berusaha lebih baik lagi kedepannya,” ungkap Hurin.
Disinggung soal sanksi apa yang bakal dijatuhkan kepada yang bersangkutan, Hurin tak menjelaskan secara rinci. “Tentu saja tetap akan ada sanksi di penilaian kinerjanya,” tandas Hurin.
Penulis : Abdus Salam
Editor : Putri

















