BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Empat kepala desa di Kabupaten Bojonegoro resmi dilantik untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2019-2027. Pelantikan ini digelar di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, dengan tujuan memastikan kesinambungan pemerintahan desa.
Keempat kepala desa yang dilantik adalah Meyke Lelyanasari (Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro), Drs. Singguh Triwibanu (Kapas, Kecamatan Kapas), Ahmad Ghozali (Bulaklo, Kecamatan Balen), dan Dwi Qomariyah (Jumok, Kecamatan Ngraho).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah, dan dihadiri oleh anggota DPRD, jajaran Forkopimda, camat, kapolsek, dan danramil, serta perangkat desa dan keluarga para kepala desa.
Di hadapan para tamu undangan, keempat kepala desa yang baru dilantik mengucapkan sumpah jabatan sebagai peneguhan komitmen mereka untuk menjaga amanah, melayani masyarakat, serta mengayomi seluruh warga tanpa kecuali.
Dengan mengangkat tangan kanan, mereka mengucapkan sumpah jabatan dengan khidmat, menandai awal kepemimpinan mereka dalam memimpin desa masing-masing. Acara ini disaksikan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah, dan para pejabat lainnya.
Dalam sambutan nya Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono mengatakan, Sumpah jabatan ini menjadi peneguhan komitmen keempat kepala desa untuk bekerja keras dan bertanggung jawab dalam memimpin desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan Bupati juga meminta kepada perangkat desa Kades yang baru di Lantik ini jangan di hambat, karena banyak hal-hal pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Pelantikan ini bertujuan untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan,jadi saya mohon untuk perangkat desa, kades yang baru ini jangan dihambat” Pesan Bupati Bojonegoro.
Tambah Bupati Bojonegoro, Jadi Kepala Desa Bukan Sekadar Perintah, Tapi Soal Ngopeni.
Dalam cerita Bupati Setyo Wahono mengenang masa lalunya sebagai anak kepala desa.Ia menceritakan bagaimana ayahnya, yang juga seorang kepala desa, selalu siap membantu warga desa, tidak mengenal jam pelayanan, dan tidak ada hari libur.
“Jadi kepala desa itu bukan soal perintah, tapi soal ngopeni,” kata Bupati, mengulang pesan ayahnya. Ia menekankan bahwa kepala desa harus hadir, bekerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati juga berpesan agar para kepala desa terlantik segera bekerja, menyusun program yang pro-rakyat, serta membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini jabatan 24 jam,Tengah malam pun tetap kepala desa harus siap. Nungu Di rumah pun tetap kepala desa, kepala desa harus siap.”ungkapnya.
Diakhir cerita H ,Setyo Wahono, mengucapkan selamat kepada empat kepala desa yang baru dilantik, yaitu Meyke Lelyanasari (Sukorejo), Drs. Singguh Triwibanu (Kapas), Ahmad Ghozali (Bulaklo), dan Dwi Qomariyah (Jumok). Ia berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















