Baru Menjabat Dua Hari, Bupati dan Wabup Bojonegoro Langsung Penuhi Ketersediaan Air Bersih

- Admin

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Setelah resmi dilantik pada Kamis (20/02/2025) di Istana Negara, Jakarta, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah langsung memulai program kerja untuk masyarakat Bojonegoro.

Langkah awal Bupati dan Wakil Bupati dengan menghadirkan inovasi nyata dalam bidang ketersediaan air.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pada tahun 2025 ini, diperkirakan akan terdapat 106 desa yang mengalami kekeringan, dengan 93 desa masuk dalam kategori kekeringan ekstrem. Hingga puncak musim kemarau pada bulan Agustus nanti, desa-desa tersebut masih memerlukan suplai air bersih karena ketiadaan sumber air di wilayahnya.

Meski Bojonegoro memiliki curah hujan yang cukup tinggi, ketimpangan curah hujan di musim kemarau yang turun drastis menyebabkan krisis air bersih yang berkepanjangan.

Baca Juga:  Bojonegoro Bersepeda, Bupati dan Wakil Bupati Pimpin Gowes Jelajah Wisata

Hal ini menjadi salah satu perhatian utama dari Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro.

“Untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di Bojonegoro, pada tahun 2025 ini kami telah mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat, salah satunya melalui pengolahan air hujan,” tegas Bupati Wahono.

Bupati dan Wakil Bupati siap meluncurkan program unggulan Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH), untuk memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem.

“Air hujan menjadi salah satu sumber air alternatif yang berkelanjutan dan hemat bagi masyarakat,” tekan Bupati Wahono.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah, Pemkab Bojonegoro telah memulai langkah konkret dengan menginstalasi 30 unit IPAH di berbagai wilayah terdampak.

Program ini akan diperluas dengan rencana penambahan 100 unit IPAH baru dalam waktu dekat, di mana 25 unit di antaranya akan didukung oleh Universitas Bojonegoro melalui skema pengabdian masyarakat. Dengan menggunakan IPAH, air hujan dapat diolah menjadi air bersih dan dialirkan menjadi air tanah via sumur resapan.

Baca Juga:  Wali Kota Jadi Irup Pada Peringatan Hadiknas di Kota Padang Sidempuan

Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah juga telah melakukan kunjungan langsung ke Banyumanik Research Center (BRC) di Kabupaten Gunungkidul untuk mempelajari teknologi dan metode optimalisasi pengolahan air hujan.

Dengan mengadopsi praktik baik dari BRC, yaitu filtrasi air hujan untuk air minum bersih, diharapkan program IPAH di Bojonegoro mampu memberikan solusi yang berkelanjutan dan menjawab tantangan ketersediaan air di daerah tersebut.

Selain menjadi solusi ketahanan air, pengolahan air hujan juga berpotensi menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat – seperti produk “Heaven Water”, yaitu air minum hasil pengolahan air hujan dari BRC yang inspiratif.

Baca Juga:  Pemko Padang Sidempuan Teken MoU Dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provsu

“Kami berkomitmen untuk memberikan solusi nyata bagi warga Bojonegoro yang terdampak kekeringan. Melalui program IPAH ini, kami berharap dapat menciptakan ketahanan air yang lebih baik dan memanfaatkan potensi air hujan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Wahono.

Bersama program IPAH ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro tidak lagi mengalami krisis air di musim kemarau melalui pengelolaan air hujan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, pasangan pemimpin baru ini bertekad untuk membawa perubahan positif dan signifikan bagi Kabupaten Bojonegoro, menjadikannya daerah yang makmur dan membanggakan.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama
Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri
Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Setyo Wahono: WTP Bukan Sertifikat Anti-Korupsi
Resmi Dibuka, Pameran ALLPACK Surabaya 2026 Perkuat Daya Saing Lewat Inovasi Kemasan
Kadis DPMD Sumenep Gerak Cepat Tindak Lanjuti Perangkat Desa Rangkap Jabatan
Kucurkan APBD Masif untuk RTLH, Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan dari Gubernur Jatim
Bupati dan wakil Bupati Bojonegoro, Sholat Idul Adha Di Masjid Berbeda, Begini Pidato Bupati Bojonegoro

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:35 WIB

Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:15 WIB

Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:58 WIB

Portal Jembatan Luwihaji Dibongkar untuk Proyek Migas, Kadishub Bojonegoro Mengaku Tak Tahu

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:55 WIB

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:04 WIB

Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:12 WIB

Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB

Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap

Berita Terbaru