Dandim 0813 Bojonegoro Turun Langsung Temui Massa Ojol Sebelum Bergerak ke Disperinaker

- Admin

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Aksi konvoi damai yang digelar Ojol Bojonegoro Bersatu pada Kamis pagi (1/5/2026) berlangsung dengan suasana yang sempat mengejutkan para peserta.

Saat sekitar 50 pengemudi ojek online tengah bersiap memulai pergerakan menuju Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., tiba-tiba hadir langsung di tengah titik kumpul massa aksi.

Kehadiran Dandim yang datang tanpa agenda pemberitahuan sebelumnya sempat memunculkan tanda tanya di kalangan para driver ojol. Namun situasi yang awalnya penuh rasa penasaran perlahan mencair setelah Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto memilih berdialog secara langsung dengan para peserta aksi dan menyampaikan pesan melalui pengeras suara milik massa.

Di hadapan para pengemudi, Dandim 0813 Bojonegoro menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian aksi tetap berjalan secara tertib, damai, dan tidak mengganggu stabilitas keamanan daerah.

“Silakan menyampaikan aspirasi dengan baik, santun, dan tertib. Aspirasi adalah hak masyarakat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bersama menjaga kondusivitas Bojonegoro. Mari kita ciptakan Bojonegoro yang aman, bahagia, makmur, dan membanggakan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan masyarakat, daerah, maupun diri sendiri,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T.

Baca Juga:  Polda Jatim Gelar Operasi Zebra Semeru Selama 14 Hari

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari massa aksi. Suasana yang sebelumnya sempat tegang berubah menjadi lebih tenang dan terkendali sebelum rombongan akhirnya bergerak menuju Disperinaker Bojonegoro sebagai titik awal penyampaian tuntutan.

Sementara itu, Ketua Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, akrab disapa Wio menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., di tengah massa aksi sebelum rombongan bergerak menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kehadiran Dandim menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi para pengemudi ojek online yang tengah memperjuangkan hak mereka secara damai.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Dandim yang datang langsung menemui kami. Ini menjadi bentuk perhatian yang luar biasa bagi teman-teman ojol. Kehadiran beliau membuat kami merasa didengar dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi secara baik-baik,” ujar Wio.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Dandim di lokasi sempat membuat para pengemudi terkejut, namun respons tersebut berubah menjadi rasa bangga dan senang karena sosok pimpinan TNI di Bojonegoro tersebut memilih hadir dan berdialog secara terbuka dengan massa.

Baca Juga:  Sampang Bersholawat, Pedagang Asongan ikut Raup Berkah dan Rezeki

“Teman-teman ojol awalnya memang kaget, tapi setelah beliau menyampaikan pesan dan berdialog langsung, kami justru merasa sangat senang. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus menenangkan suasana. Ini menunjukkan bahwa kami tidak sendiri, ada perhatian dari pimpinan daerah terhadap aspirasi yang kami perjuangkan,” tambahnya.

Wio menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga aksi tetap berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan, sebagaimana pesan yang disampaikan Dandim, agar tuntutan yang dibawa dapat diterima dengan baik oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.

Aksi yang digelar Ojol Bojonegoro Bersatu ini membawa sejumlah persoalan yang selama ini dinilai belum mendapatkan kepastian dari pemerintah daerah. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan di Disperinaker adalah terkait realisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online yang sebelumnya dijanjikan, namun hingga kini belum menunjukkan kejelasan pelaksanaan.

Usai menyampaikan aspirasi di Disperinaker, massa awalnya dijadwalkan melanjutkan aksi menuju Gedung DPRD Bojonegoro, kemudian bergerak ke Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi untuk menyuarakan persoalan terkait hak titik jemput penumpang di fasilitas publik yang selama ini masih menjadi polemik dengan keberadaan ojek pangkalan.

Namun, agenda lanjutan tersebut akhirnya dibatalkan setelah sebagian tuntutan yang disampaikan mendapat respons positif dari pihak terkait. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah persoalan titik jemput penumpang, di mana Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Welly Fritama, menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan pembangunan shelter bagi pengemudi ojek online di area Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi.

Baca Juga:  Siraman Air Pemadam Kebakaran Warnai Kelulusan Siswa SMP di Sampang

Kepada awak media, Suwito, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang dinilai telah membuka ruang dialog serta merespons aspirasi para pengemudi ojek online secara konkret.

“Alhamdulillah, akhirnya seluruh tuntutan kami bisa terealisasi. Mulai dari kepastian terkait BPJS Ketenagakerjaan, legalitas komunitas hingga komitmen ke depan untuk pembangunan shelter di Stasiun dan Terminal Bojonegoro, yang di sampaikan pak Welly. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati yang telah menerima dan menindaklanjuti aspirasi kami,” ujar Wio

Ia menegaskan, respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi harapan baru bagi para pengemudi ojek online, khususnya dalam menciptakan kepastian kerja dan kenyamanan operasional di ruang publik. Menurutnya, hasil yang dicapai dalam aksi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi secara damai mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Semarak Puncak HJB ke-349: Diwarnai Tari Kolosal Mliwis Putih dan Sayembara Balon Berhadiah Kambing
Api Abadi Jangan Padam! Setyo Wahono Patok Target Ekstrem Sebelum Masa Jabatan 2029 Habis
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB