Puncak Muscam Golkar Bojonegoro: Kiai Tamam, Ahmad Supriyanto, dan Eko Wahyudi Serukan Solidaritas Politik Santun

- Admin

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Acara Puncak Musyawarah Kecamatan (Muscam) se-Kabupaten Bojonegoro yang digelar pada Rabu (18/03/2026) menjadi momentum penguatan struktural dan ideologis Partai Golkar.

Dewan Pakar, Ketua DPD, hingga Anggota DPR-RI senada dalam menyerukan pentingnya meneladani politik Rasulullah SAW dan menjaga soliditas internal di tengah dinamika politik global.

Acara yang dirangkai dengan buka puasa dan bagi-bagi nasi kotak sekitar 500 nasi kotak untuk pengendara arah Surabaya-Bojonegoro di depan kantor DPD Golkar Bojonegoro.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh nasional Anggota DPR-RI Eko Wahyudi, serta unsur Anggota fraksi Golkar beserta unsur pimpinan DPRD Bojonegoro, perwakilan KPU dan Bawaslu, serta para aktivis kampus se-Bojonegoro,serta Perwakilan Kecamatan (PK), dalam undangan tersebut sekitar kurang lebih 500 undangan hadir dihalaman kantor DPD Golkar Bojonegoro.

Baca Juga:  Hadapi Permainan Tengkulak Menjelang Panen Raya, Ini Yang Dilakukan Pemkab Bojonegoro

Dewan Pakar DPD Golkar Bojonegoro, Dr. K.H. Tamam Syaifudin, M.Si., dalam maulidhoh khasanahnya, Tamam menekankan bahwa kapasitas kepemimpinan sejati terletak pada integritas dan hasil nyata bagi rakyat, merujuk pada kesuksesan Rasulullah SAW membangun peradaban di Madinah.

“Ikutlah jejak Rasulullah. Meskipun beliau saat itu tidak berijazah (formal), tapi mampu memimpin Negara Madinah dengan gemilang. Saat itu tidak perlu ribut terkait polemik ijazah, karena yang utama adalah kemampuan memimpin,” tegas Kiai Tamam.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Golkar Bojonegoro yang juga Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, memberikan pesan khusus kepada para aktivis kampus dan generasi muda yang hadir dalam buka bersama tersebut.

Baca Juga:  Soal Rekrutmen Pantarlih, Kepala Desa Plesungan Bojonegoro: Semoga Independen

Ia menegaskan bahwa Golkar telah bertransformasi menjadi wadah yang inklusif dan modern bagi kaum intelektual muda.

“Teman-teman aktivis kampus, teman-teman muda, kalau ingin mengasah politik yang santun dan keren, masuklah ke rumah Golkar. Ini rumah teman-teman muda untuk mengekspresikan diri dan mengejar karier. Di sinilah tempatnya,” ajak Ahmad Supriyanto.

Menutup rangkaian pesan kepartaian, Anggota DPR-RI Fraksi Golkar Dapil Tuban-Bojonegoro, Eko Wahyudi, menegaskan bahwa Golkar saat ini adalah rumah bagi para pejuang muda yang mengedepankan dialog.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara kader senior dan junior untuk menjembatani perbedaan pandangan.

“Kalau ada persoalan, Golkar saat ini tidak sama dengan yang dulu. Golkar saat ini adalah saling komunikasi dan diselesaikan di dalam. Kita harus solid di luar maupun di dalam,” pesan Eko Wahyudi.

Baca Juga:  Warga Desa Karang Pacar produktif dalam Usaha kuliner, Berharap ada Pembinaan dari Pemkab Bojonegoro

Menurut Eko, jika terjadi ketidakpahaman antara yang muda dan yang tua di internal partai, semua harus dirangkul dan dikomunikasikan dengan baik dan benar. Baginya, keterbukaan diskusi adalah kunci untuk menjaga marwah partai tetap besar.

Tambahnya,Kehadiran jajaran Fraksi Golkar yang hadir, wakil pimpinan DPRD, perwakilan KPU, serta Bawaslu Bojonegoro hadir dalam acara ini mempertegas transparansi proses Muscam yang telah dijalankan.

” Keterlibatan serta Kehadiran aktif aktivis mahasiswa juga menunjukkan sinyal positif bahwa narasi “Politik Santun” yang harus selalu diusung oleh Golkar” dan menjadi partai masa depan anak muda,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru