BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Masyarakat dan perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro belakangan ini mengeluhkan sulitnya mengakses portal Siap Desa, sebuah platform digital yang menyajikan transparansi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Hari Sabtu (7/2/2026).
Terhentinya akses informasi yang mencakup rekam jejak anggaran desa selama 11 tahun terakhir ini memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Bojonegoro, Joko Lukito, memberikan klarifikasi resmi untuk meredam keresahan publik.
Ia membenarkan adanya kendala teknis yang menyebabkan situs tersebut tidak dapat dijangkau dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Joko Lukito, kendala ini bukan disebabkan oleh kerusakan pada aplikasi Siap Desa secara spesifik, melainkan adanya pemeliharaan pada infrastruktur pusat di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
”Servernya yang di Pemkab lagi dalam perbaikan, sehingga semua yang (berbasis web) tidak bisa dibuka,” ungkap Joko Lukito saat dikonfirmasi lewat WhatsApp nya terkait masalah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan ini berdampak luas pada berbagai layanan digital daerah, tidak terbatas pada informasi Siskeudes saja.
Langkah ini diambil guna mengoptimalkan kinerja sistem agar lebih stabil dalam melayani data publik ke depannya.
Klarifikasi ini sekaligus menepis isu yang berkembang di media sosial yang mengaitkan “matinya” sistem dengan masa transisi kepemimpinan di dinas terkait. Masyarakat sebelumnya sempat mempertanyakan keamanan data anggaran desa selama 11 tahun yang tersimpan dalam sistem tersebut.
Pihak DPMPD memastikan bahwa data historis keuangan desa tetap aman dan tidak akan hilang atau berubah selama proses perbaikan server berlangsung.
Dari penulusuran awak media tidak hanya web DPMPD Bojonegoro, Kominfo dan yang lainya pun tidak bisa di akses beberapa hari ini.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















