Setelah Viral Warga Menggotong Mayat Tiga Kilo Jalan Kaki, Infrastruktur Desa Meduri Jadi Sorotan DPRD Bojonegoro

- Admin

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Jagat maya kembali dihebohkan dengan video memprihatinkan yang memperlihatkan warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Hari Minggu 8/2/2026.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga harus berjibaku menandu keranda jenazah sejauh beberapa kilometer melintasi jalanan tanah yang rusak parah dan berlumpur.

Kondisi jalan yang tidak memadai membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau lokasi. Hal ini memaksa warga mengambil langkah manual untuk mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, meminta publik untuk melihat persoalan ini secara proporsional.

Baca Juga:  Wacana Penambahan Dapil, Ketua DPRD Bojonegoro Siap Melaksanakan Keputusan KPU

Ia menilai bahwa menggotong jenazah memang merupakan bagian dari budaya masyarakat pedesaan, namun jarak yang ditempuh dalam kasus ini sudah di luar kewajaran.

“Gotong keranda itu sebenarnya bukan persoalan utama. Itu bagian dari budaya masyarakat yang memang sudah terbiasa. Kalau jaraknya dekat, 10 atau 20 meter, itu biasa. Tapi kalau sampai berkilo-kilo, nah ini yang harus kita cari benang merahnya, persoalan utamanya ada di mana,” ujar Sukur saat memberikan keterangan, Sabtu (7/2/2026). Disela sela resesnya Fraksi Demokrat Sudjono dapil 1.

Baca Juga:  Resmikan Kantor Dinsos Bojonegoro, Bupati Anna: Mari Tingkatkan Pelayanan

Berdasarkan pendataan Komisi D, Sukur menegaskan bahwa akar masalah terletak pada pembangunan infrastruktur desa yang belum tuntas.

Desa Meduri, khususnya Dusun Kaligede, menghadapi tantangan keterbatasan anggaran desa (APBDes) untuk menangani jalan poros yang panjang.
Lelaki yang akrab dipanggil Sukur mendorong pemerintah desa agar lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah (Pemkab) jika memang tidak sanggup mendanai perbaikan secara mandiri.

“Kalau desa merasa tidak mampu menyelesaikan jalan porosnya, tidak ada salahnya segera menyerahkan penanganannya ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Lanjut, Sukur mengakui adanya kendala teknis dalam peningkatan status jalan (dari jalan desa menjadi kabupaten).

Baca Juga:  Muat Barang Berlebih, Truk Ini Kena 'Semprot' Polisi

“Pemerintah daerah tentu ingin memberikan yang terbaik, tapi peningkatan status jalan itu butuh waktu, tidak bisa setiap tahun karena menyesuaikan kemampuan fiskal kita.”
Komitmen Perbaikan ke Depan
Pihak DPRD mencatat bahwa sementara jalan poros kecamatan dan kabupaten sudah hampir tuntas, jalan poros desa memang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR).

“Untuk jalan poros desa memang masih cukup banyak yang belum tertangani. Karena itu perlu duduk bersama, diskusi dengan seluruh instrumen pemerintahan agar bisa segera ditangani,” pungkas Sukur.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru