Mangkrak 40 Tahun, Sengkarut Tukar Guling TKD Campurejo Bojonegoro Bergulir ke DPRD, Bupati Diminta Turun Tangan

- Admin

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ketidakpastian hukum atas aset Tanah Kas Desa (TKD) Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, yang telah berlangsung selama empat dekade akhirnya memuncak.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, mendatangi Komisi A DPRD Bojonegoro pada Jumat (9/1/2026) untuk mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera melegalkan tanah pengganti yang hingga kini masih berstatus “abu-abu”.

Dari perjalanan hearing Kades Campurejo, DMPD, Aset , Dispora dan komisi beserta jajaran, Persoalan ini berakar pada tahun 1985, saat lahan desa seluas kurang lebih 3,5 hektare dialihfungsikan menjadi stadion.

Namun, hingga tahun 2026, tanah pengganti seluas 2,4 hektare yang kini dikuasai desa belum memiliki dokumen administrasi yang sah sebagai aset desa di Buku Letter C.

Baca Juga:  Diduga Kena Serangan Jantung, Sopir Elf Tewas Saat Perjalanan

Kritik Atas Kelalaian Administrasi
Dalam pertemuan tersebut, Edi Sampurno menyatakan kekecewaannya atas lambatnya respons pemerintah daerah.

Ia menyoroti adanya ketimpangan luas lahan yang menyusut sekitar 1,1 hektare dari luas semula.

“Harapannya segera teradministrasikan agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga. Sejak 1985 sampai sekarang belum selesai, ini sudah 40 tahun,” tegas Edi saat sesi doorstop usai rapat.

Imbuhnya Selama ini, desa hanya mengandalkan SPPT sebagai bukti sementara, yang secara yuridis dinilai lemah dan rawan memicu konflik agraria di masa depan.

Menjelang akhir acara, Legislatif Desak Intervensi Bupati Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Sujono, memberikan kritik tajam terkait mandeknya persoalan ini di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga:  Pasar Takjil Desa Tanjungharjo Bojonegoro Ini Membawa Berkah Bagi Pedagang di Bulan Ramadhan

Menurutnya, kebuntuan selama 40 tahun ini menandakan koordinasi yang tidak berjalan efektif di level teknis.

“OPD dan kepala desa beserta jajaran harus lapor pada Bupati. Bupati harus tahu dan memberikan solusi,” tegas Sujono.

Ia menilai bahwa tanpa instruksi langsung dari pimpinan tertinggi daerah, masalah aset yang kompleks ini akan terus berputar di ranah inventarisasi tanpa ada eksekusi legalitas.

Di sisi lain, pihak Pemkab Bojonegoro melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tampak belum memberikan pernyataan eksplisit terkait solusi cepat yang akan diambil.

Nur Sujito, Kepala BPKAD Bojonegoro selaku pengampu persoalan tersebut, memilih menghindari beberapa awak media setelah rapat dengan alasan waktu salat Jumat, sehingga rincian mengenai hambatan teknis dari sisi pemkab belum terkonfirmasi sepenuhnya.

Baca Juga:  China's Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Dan beberapa OPD dari DPMPD, Dispora, Camat kota Bojonegoro, tidak ingin berkomentar lebih menyerahkan ke Komisi A.

“Komisi A saja yang berkomentar,” ungkap Mahmuddin.

Catatan Redaksi:Secara kritis, publik mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah proses tukar guling aset negara/desa bisa terabaikan selama pergantian banyak kepemimpinan daerah.

Kini, bola panas berada di tangan Pemkab Bojonegoro.

Masyarakat Desa Campurejo menanti keberanian Bupati untuk mengambil langkah diskresi atau kebijakan administratif guna memutus rantai ketidakpastian yang telah membelenggu hak adat mereka selama hampir setengah abad.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim
Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda
Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi
Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik
Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri
Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi
Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro
Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru