Mathur Husyairi Ungkap Dugaan Human Trafficking : PMI Disekap dan Disiksa di Luar Negeri, Dipekerjakan Untuk Menipu Orang Indonesia

- Admin

Sabtu, 10 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARABANGSA.co.id Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi mengunkap hal mencengangkan pada Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur beberapa hari lalu. Ia mengungkapkan dugaan terjadinya perdagangan manusia atauh human trafficking yang dialami sejumlah WNI.

Dilansir dari media sosial tiktok Sahabat Mathur, Politisi PBB itu menyampaikan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu direkrut secara ilegal oleh beberapa oknum yang saat ini berada di salah satu negara di Asia Tenggara. Saat ini, kata dia ada sekitar 129 orang yang menjadi korban human trafficking tersebut.

Korban, kata Mathur berasal dari berbagai darah di Indonesia. Salah satunya dari Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan. Korban lain, kata dia juga berasal dari Kabupeten Kediri, dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, bahkan dari wilayah Pulau Sumatera.

“(Korban) diantaranya ada dari Madura, dari Bangkalan satu, kemudian dari Kediri, yang lain dari Sumatera, kemudian yang paling banyak dari Jawa Tengah,” kata Mathur dihadapan Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, Pimpinan dan Anggota DPRD Jatim.

Baca Juga:  Polda Jatim Gelar Dialog Bersama Mahasiswa

Para PMI itu, kata Mathur disekap disalah satu negara di Asia Tenggara, mereka dipekerjakan dengan diberi ponsel pintar untuk menipu orang Indonesia dengan cara merekrut orang melalui judi online hingga investasi bodong. Jika usahanya gagal, mereka dipekerjakan dengan tidak manusiawi, bahkan mereka diduga mengalami penyiksaan.

“Ketika mereka tidak mendapatkan korban atau nasabah dalam tanda kutip, maka mereka dipekerjakan lembur sampai jam 4 pagi. Bahkan diantara mereka ada yang disiksa dengan disetrum dan disulut rokok,” tambah lelaki asal Kabupaten Bangkalan tersebut.

Ia mengungkapkan, salah satu keluarga korban dari Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, sudah melaporkan dugaan human trafficking itu ke Polda Jatim. Kendati demikian, dirinya menyadari, Polisi akan mengalami kesulitan karena kasus itu terjadi lintas negara, sehingga harus melibatkan interpol.

Baca Juga:  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

“Kemarin saya sudah mendampingi pihak keluarga korban, karena yang mengadukan ini dari Bangkalan, dari Kecamatan Sepuluh, saya sudah hantar pihak keluarga ke Polda Jawa Timur untuk melakukan laporan terkait dengan human trafficking. Meskipun ini sangat sulit Polda untuk melangkah karena lintas negara dan akan melibatkan interpol,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap, Pimpinan DPRD Jawa Timur maupun pihak Pemprov bisa menyampaikan kasus itu kepada pihak terkait, baik Kemenlu RI maupun BP2MI. “Jadi saya mohon pada pimpinan, kebetulan juga ada Wagub, nanti saya serahkan salinan laporan ke Polda-nya, mohon dibantu untuk mengkoneksikan, entah itu (dengan) kementerian luar negeri kita atau ke BP2MI dan seterusnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Laksanakan Cipkon, Polsek Bubutan Tindak 32 Pelanggar

“Karena ini menyangkut nasib anak bangsa kita yang sebenarnya mereka sangat ingin bekerja tapi salah jalan, akhirnya menjadi korban dari sindikat human trafficking ini. Saya yakin ini jaringannya hampir di semua provinsi, karena juga ada di Sumatera,” pungkasnya.

Dilansir dari akun facebook Mathur Husyairi dengan nama akun Mathur, beberapa waktu lalu, dirinya sempat melakukan kunjungan di BP2MI Batam. Di sana, dia mendapat penjelasan bahwa ada beberapa warga Jawa Timur yang ditahan BP2MI lantaran hendak masuk secara ilegal ke Malaysia.

Dengan urunan bersama sejumlah pihak, mulai dari Pemprov hingga legislatif, akhirnya mereka yang ditahan karena hendak masuk secara ilegal ke Malaysia itu dipulangkan. Bahkan, mereka pulang bersama-sama dengan Mathur ke Jawa Timur.

Berita Terkait

Waduk Pacal dan Embung Tersier Pacal Dangkal, Bojonegoro Desak BBWS Turun Tangan
Mediasi Sempat Alot, Akhirnya 10 Eks Karyawan PT BAI Bojonegoro Sepakat Damai
Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim
Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda
Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi
Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik
Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri
Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:48 WIB

Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi

Jumat, 11 September 2026 - 22:17 WIB

​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro

Selasa, 8 September 2026 - 10:23 WIB

Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:12 WIB

DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Berita Terbaru

Mimi Owner SRJ Rogojampi

Daerah

Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:48 WIB