BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur, Ilham Wahyudi, terima aduan tentang gaji honorer k2 dan non k2 Kabupaten Bondowoso yang jauh lebih rendah dibandingkan upah kuli bangunan.
Ilham mengungkapkan, banyaknya guru k2 dan guru non k2 melakukan pengaduan setelah datang ke Bondowoso tentang gajinya yang cukup rendah
Hal itu terlihat banyak guru honorer yang cuma digaji Rp 50.000, bahkan ada guru SD yang tidak menerima gaji selama 4 tahun.
“Bukan tanpa sebab, kami hadir kesini karena ratusan guru honorer tangisi kesejahteraannya, bahkan mereka sampai mengirimkan slip gajinya,” tutur Ilham pada Suarabangsa.co.id, Minggu (20/2/2022).
Sebelumnya, Ilham mengira selama ini di Bondowoso tidak ada keluhan terkait kesejahteraan guru honorer, namun faktanya hal ini belum selesai, bahkan gaji tersebut sangat tidak rasional.
“Dari kondisi seperti ini, Kami perhatikan Pemkab Bondowoso, khususnya bupati terkait keberpihakannya pada guru patut dipertanyakan,” imbuhnya.
Mengenai hal ini, Ilham mempertanyakan keberpihakan Bupati Bondowoso pada guru honorer, bahkan ia menduga adanya perbudakan pada guru.
“Seharusnya Pemkab memperhatikan hal ini, sampai-sampai ada guru yang tidak digaji hingga 4 tahun, padahal mereka sudah menjalankan tanggung jawabnya,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga menerima aduan bahwa belum ada SK Bupati Bondowoso kepada guru honorer nom k2.
“Selain gaji kecil, juga banyak ratusan guru honorer yang belum dapat SK Bupati,” imbuhnya.
Di sisi lain, Guru Honorer lolos P3K, Halimatus Sakdiyah, mengaku hampir 4 tahun tidak pernah mendapat gaji dari sekolah.
Tidak hanya itu, bahkan dia guru yang sampai 7 mengabdi belum mendapat SK dari Bupati.
“Saya sudah lebih dari 7 tahun mengabdi, 4 tahun tidak menerima gaji, juga belum mendapat SK Bupati, padahal kemarin saya lulus tes P3K,” tutupnya.
Dia juga mengatakan, awal diangkat sebagai guru honorer sejak 1 Juli 2010, di SD Negeri Kemuningan 3.
“Kami harap pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru, minimal memberikan hak kami secara layak,” tutupnya.

















