“Tolong Bu Sekda, yang tidak hadir untuk dihadirkan, mereka itu kalau diundang rapat selalu tidak hadir, dan mereka selalu merasa dekat dengan Bupati, kalau tidak hadir, kita coret saja usulannya atau kita lewati saja hari ini,” ujar Sukur Priyanto.
Dalam pantauan awak media selang satu jam, 5 SKPD pun hadir. (Dinas lingkungan hidup, Dinas Perdagangan dan Koperasi UM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Inspektorat, dan Kabag Hukum).
Rapat BANGGAR pun agak panas dengan adanya rumor di Wa group group Pemerhati Sosial dan Pembangunan Bojonegoro, Bupati akan hadir di forum BANGGAR, namun ternyata isu tersebut tidak benar dan Rapat BANGGAR pun ditutup di pukul 17:30 WIB dan dilanjutkan di pukul 19:15 WIB.
Dari pukul 19:15 WIB rapat BANGGAR di buka ketua DPRD Abdulloh Umar suasana pun agak panas, dan saat membahas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, yang akan menghibahkan alat combi kepada 120 Kelompok Tani di Bojonegoro di tahun 2024, dan bantuan hibah Kelompok Petani Mandiri (KPM) pun makin tambah panas di forum pembahasan anggaran 2024.
Dari pantauan Awak media SUARABANGSA.co.id, Helmy Elisabeth kelabakan saat dicecar oleh beberapa Anggota dewan terkait bantuan hibah untuk kelompok tani, dan tim Badan Anggaran (Bangar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro saat meminta data data kelompok tani mana saja yang diberi bantuan hibah dari 2021 sampai 2023 namun, Kepala DKPP tidak memberikan data tersebut dan perdebatan makin sengit dan nuansa BANGGAR kembali gagal.
Penulis : Takim
Editor : Putri
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















