Copet HP Panen di Gelaran Festival ‘SALAK’ Momen Tahunan di Desa Wedi Bojonegoro

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Festival Salak Wedi 2025 yang digelar Pemerintah Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (13/12/2025), berlangsung meriah dan menyedot ribuan pengunjung.

Pesta rakyat yang mengusung semangat syukur, budaya, dan penguatan ekonomi lokal itu menjadi magnet warga dari berbagai wilayah.

Sejak pagi, Desa Wedi dipadati lautan manusia yang tumpah ruah di sepanjang rute kirab. Grebeg salak gratis, makan salak bersama, bazar UMKM, hingga pentas seni tradisional dan hiburan rakyat berlangsung tanpa sekat, menghadirkan suasana akrab dan penuh euforia.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul cerita lain. Sejumlah pengunjung mengaku kehilangan handphone saat mengikuti rangkaian acara Festival Salak Wedi. Dugaan pencopetan pun mencuat seiring adanya beberapa info kehilangan di lokasi acara.

Baca Juga:  Miftakhul Huda, Anggota DPRD Bojonegoro Ini Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Berdasarkan penelusuran di lapangan, laporan kehilangan datang dari sejumlah pengunjung dengan lokasi dan waktu kejadian yang relatif berdekatan.

Mayoritas korban menyebut kehilangan terjadi saat kondisi paling padat, terutama di jalur kirab gunungan salak dan area panggung hiburan, serta saat rebutan salak ketika pengunjung saling berdesakan.

“Waktu grebeg salak itu berdesakan sekali. Pas mau foto, handphone sudah tidak ada,” ujar salah satu pengunjung yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sebagian korban mengaku baru menyadari handphone mereka hilang setelah kerumunan mulai terurai.

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 di Sumenep Bertambah 4 Orang, Salah Satunya Perantau Dari Jakarta

Hingga berita ini diterbitkan, panitia pelaksana maupun Pemerintah Desa Wedi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencopetan yang dialami sejumlah pengunjung Festival Salak Wedi 2025.

Kepala desa Wedi Heru Purnomo membenarkan beberapa warganya telah melaporkan soal kejadian tersebut dan hal ini sudah ditangani oleh Polsek kapas.

“Benar mas, bisa konfirmasi ke panitia dan soal berapa orang yang kecopetan kita belum tahu, sudah lapor ke panitia, coba konfirmasi ke panitia,” ungkapnya.

Festival Salak Wedi sejatinya memiliki tujuan mulia, yakni mengangkat identitas desa sebagai sentra salak, memperkuat perputaran ekonomi UMKM, serta merawat budaya lokal melalui pesta rakyat. Namun, peristiwa kehilangan yang dialami pengunjung menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan event berskala besar.

Baca Juga:  Begini Sebaran Pasien Positif Corona di Sampang, Kecamatan Kota Paling Banyak

Perayaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar membutuhkan kesiapan pengamanan dan pengelolaan kerumunan yang memadai. Tanpa evaluasi serius, kemeriahan festival berisiko tercoreng oleh rasa tidak aman sebuah ironi bagi pesta rakyat yang sejatinya dirancang untuk menghadirkan kegembiraan, bukan keresahan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana maupun Polsek kapas, Kapolsek Kapas belum bisa dimintai komentar terkait peristiwa kehilangan yang dialami sejumlah pengunjung difestival salak tersebut.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Pohon Tumbang Timpa Sekolah dan Puluhan Rumah Warga, Satu Orang Terluka
Kronologi Lengkap Bocah 5 Tahun di Sampang Tewas Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal
Banjir Rendam Permukiman Warga, Jalur Poros Hingga Jalan Nasional di Sampang
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Dalam Kondisi Telanjang di Bendungan Sungaibaru Tegalsari Banyuwangi
Turnamen Sepak Bola AKD Cup 2025 di Bojonegoro Berlangsung Ricuh, Tim dan Panitia Disanksi

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru