Copet HP Panen di Gelaran Festival ‘SALAK’ Momen Tahunan di Desa Wedi Bojonegoro

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Festival Salak Wedi 2025 yang digelar Pemerintah Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (13/12/2025), berlangsung meriah dan menyedot ribuan pengunjung.

Pesta rakyat yang mengusung semangat syukur, budaya, dan penguatan ekonomi lokal itu menjadi magnet warga dari berbagai wilayah.

Sejak pagi, Desa Wedi dipadati lautan manusia yang tumpah ruah di sepanjang rute kirab. Grebeg salak gratis, makan salak bersama, bazar UMKM, hingga pentas seni tradisional dan hiburan rakyat berlangsung tanpa sekat, menghadirkan suasana akrab dan penuh euforia.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul cerita lain. Sejumlah pengunjung mengaku kehilangan handphone saat mengikuti rangkaian acara Festival Salak Wedi. Dugaan pencopetan pun mencuat seiring adanya beberapa info kehilangan di lokasi acara.

Baca Juga:  Batik Pamekasan Dipakai Puteri Indonesia 2020 di Ajang Miss Universe 2021

Berdasarkan penelusuran di lapangan, laporan kehilangan datang dari sejumlah pengunjung dengan lokasi dan waktu kejadian yang relatif berdekatan.

Mayoritas korban menyebut kehilangan terjadi saat kondisi paling padat, terutama di jalur kirab gunungan salak dan area panggung hiburan, serta saat rebutan salak ketika pengunjung saling berdesakan.

“Waktu grebeg salak itu berdesakan sekali. Pas mau foto, handphone sudah tidak ada,” ujar salah satu pengunjung yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sebagian korban mengaku baru menyadari handphone mereka hilang setelah kerumunan mulai terurai.

Baca Juga:  Seorang Dokter Goyang Perawat di Mobil

Hingga berita ini diterbitkan, panitia pelaksana maupun Pemerintah Desa Wedi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencopetan yang dialami sejumlah pengunjung Festival Salak Wedi 2025.

Kepala desa Wedi Heru Purnomo membenarkan beberapa warganya telah melaporkan soal kejadian tersebut dan hal ini sudah ditangani oleh Polsek kapas.

“Benar mas, bisa konfirmasi ke panitia dan soal berapa orang yang kecopetan kita belum tahu, sudah lapor ke panitia, coba konfirmasi ke panitia,” ungkapnya.

Festival Salak Wedi sejatinya memiliki tujuan mulia, yakni mengangkat identitas desa sebagai sentra salak, memperkuat perputaran ekonomi UMKM, serta merawat budaya lokal melalui pesta rakyat. Namun, peristiwa kehilangan yang dialami pengunjung menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan event berskala besar.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Bubulan, Bupati Bojonegoro Minta Warganya Jaga Moralitas Putra Putrinya

Perayaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar membutuhkan kesiapan pengamanan dan pengelolaan kerumunan yang memadai. Tanpa evaluasi serius, kemeriahan festival berisiko tercoreng oleh rasa tidak aman sebuah ironi bagi pesta rakyat yang sejatinya dirancang untuk menghadirkan kegembiraan, bukan keresahan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana maupun Polsek kapas, Kapolsek Kapas belum bisa dimintai komentar terkait peristiwa kehilangan yang dialami sejumlah pengunjung difestival salak tersebut.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Pohon Tumbang Timpa Sekolah dan Puluhan Rumah Warga, Satu Orang Terluka
Kronologi Lengkap Bocah 5 Tahun di Sampang Tewas Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal
Banjir Rendam Permukiman Warga, Jalur Poros Hingga Jalan Nasional di Sampang

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB