Soal Perpindahan Pedagang Pasar dan PKL, Ratusan Mahasiswa Ultimatum DPRD Bojonegoro

- Admin

Rabu, 20 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bojonegoro mengultimatum Dewan perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro (DPRD) untuk memberikan kejelasan soal perpindahan pedagang pasar dan relokasi PKL, Rabu (20/04/2022).

Mereka menuntut Ketua DPRD Bojonegoro untuk mengawal kejelasan Regulasi Pedagang kaki lima dan pedagang pasar kota.

“Warga Bojonegoro resah dengan adanya perpindahan pedagang pasar, antara jadi dipindah atau tidak jadi dipindah, kalau dipindah bagaimana resiko pedagang, kalau tidak dipindah kenapa sampai hari ini belum diputuskan, sedangkan pedagang alun alun setiap detik saling kejar kejaran dengan petugas Satpol PP, kalau hal ini tidak segera diputuskan kita akan datang lagi bersama pedagang pasar dan pedagang kaki lima,” ucap orator saat melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD setempat.

Baca Juga:  Gandeng BPJS, Pemkab Bojonegoro Menghadirkan Jamsostek Bagi Pekerja Rentan

Dalam aksi tersebut selain dijaga oleh Aparat kepolisian Masa aksi juga di temui empat Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro, Abdul Umar selaku Ketua DPRD dari Fraksi PKB, Sukur Priyanto Wakil ketua DPRD dari Demokrat, Sahudi Wakil ketua dari fraksi Gerindra, Mitroatin Wakil ketua DPRD Bojonegoro dari fraksi Golkar.

Abdulah Umar selaku Ketua DPRD Bojonegoro mengatakan bahwa soal pasar DPRD Bojonegoro telah mengkaji kebijakan kebijakan (regulasi) untuk penanganan Pedagang kaki lima dan pedagang pasar yang pro rakyat, berbasis kebutuhan rakyat hal tersebut telah dilakukan.

Menurutnya pihaknya mengkaji bersama eksekutif bagaimana pro rakyat, karena tempat lahan yang ditempati oleh pedagang pasar adalah Tanah negara dimana hal tersebut juga telah masuk di perda Tata ruang wilayah.

“Terkait pasar, Pertama, tentunya kita mendukung kebijakan yang pro rakyat, dan yang kedua kita nanti akan bahas bersama eksekutif terkait kebijakan kebijakan yang pro rakyat, kala tidak pro rakyat tidak akan kita dukung,” jelasnya.

Baca Juga:  Perkuat Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat, Pemkab Bojonegoro Mulai Persiapkan Mobil Siaga Desa

Ia menambahkan, siapapun tidak bisa menabrak regulasi regulasi yang telah terjadi, terkait pasar kota tata ruang wilayah telah terbentuk bersama 75 regulasi terkait tata ruang wilayah dan lahan hijau.

“Kita bersama eksekutif, akan membahas hal tersebut agar pro rakyat, agar pedagang kaki lima, pedagang pasar tidak Luntang Lantung dan segera mencarikan tempat bagi mereka, hal tersebut tidak bisa kita hindari, siapa pun kita,” jelasnya.

Peserta aksi pun bubar setelah ditemui empat ketua anggota dewan, sambil mengancam akan kembali lagi membawa peserta lebih banyak.

M Rifka Arif syahrizal selaku Kordinator aksi juga membenarkan, Jika tiga kali dalam dua puluh empat jam, belum ada keputusan yang ditembuskan kepada elemen mahasiswa yang hadir, makan mahasiswa Bojonegoro akan datang lebih banyak lagi.

Baca Juga:  PT Wings Surya, Berikan 1.700, Disinfektan Kepada Polda Jatim

“Yaa, selama belum ada putusan apa yang kita tuntutkan, selama dua puluh empat jam tiga kali (4 hari) ini maka kami akan datang lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Secara terpisah, AKP Yusis selaku Kabag OPS Sabhara dari polres Bojonegoro pengamanan mahasiswa hari ini menerjunkan 117 personel tertutup maupun terbuka, selama ini tidak ada kendala dan tertib kondusif.

“Tidak ada kendala apa apa dalam UNRAS, dan berjalan kondusif,” pungkasnya.

Dalam aksi tersebut mahasiswa juga menolak perpanjangan Presiden dan kenaikan Harga Bahan Pokok dan Bahan Bakar minyak yang terjadi selama ini.

Berita Terkait

Diisukan Masalah Ijazah, Anggota DPRD Bojonegoro SP Siap Laporkan Balik Pihak Pelapor jika Tak Terbukti
Diduga Lakukan Pungli Berkedok Uang Gedung Sejak 2013, TK Setda 1 Bojonegoro Disorot Wali Murid
Pelaku Gendam Seorang Nenek Warga Sukosewu Bojonegoro Terbongkar, Dalih Diberangkatkan Berangkat Haji
Ojol Bojonegoro Berduka Gara-Gara Penerangan Jalan Gelap, Tubruk Sepeda Motor Parkir di Jalur Laju Sepeda
Terganjal Rekomtek BBWS, 40 Paket Proyek Pengairan di Bojonegoro Masih Tertahan
Sinergi Lawan Spekulan, Polres dan Bulog Bojonegoro Kawal Petani Jagung dari Hulu Hingga Hilir
Dituduh Jadi ‘Cepu’ Mafia Solar, Pekerja SPBU Glagahwangi Bojonegoro Dipecat Sepihak Tanpa Pesangon
Slamet Hari Hadi Sebut Seleksi Akhir Calon Pegawai Akan Dilakukan Langsung oleh PT Agrinas

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:14 WIB

Diisukan Masalah Ijazah, Anggota DPRD Bojonegoro SP Siap Laporkan Balik Pihak Pelapor jika Tak Terbukti

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Diduga Lakukan Pungli Berkedok Uang Gedung Sejak 2013, TK Setda 1 Bojonegoro Disorot Wali Murid

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:56 WIB

Pelaku Gendam Seorang Nenek Warga Sukosewu Bojonegoro Terbongkar, Dalih Diberangkatkan Berangkat Haji

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:37 WIB

Terganjal Rekomtek BBWS, 40 Paket Proyek Pengairan di Bojonegoro Masih Tertahan

Senin, 18 Mei 2026 - 03:54 WIB

Sinergi Lawan Spekulan, Polres dan Bulog Bojonegoro Kawal Petani Jagung dari Hulu Hingga Hilir

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:12 WIB

Dituduh Jadi ‘Cepu’ Mafia Solar, Pekerja SPBU Glagahwangi Bojonegoro Dipecat Sepihak Tanpa Pesangon

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:39 WIB

Slamet Hari Hadi Sebut Seleksi Akhir Calon Pegawai Akan Dilakukan Langsung oleh PT Agrinas

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:35 WIB

Intervensi Partai di Program KDKMP: Kades Pungpungan Bojonegoro Sebut Marwah Jabatan ‘Ex-Officio’ Dilecehkan

Berita Terbaru