Dituding Anak Tirinya Meninggal Tak Wajar, Linda Halim Beberkan Kronologi Kejadian

- Admin

Minggu, 4 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Linda Halim akhirnya angkat bicara serta beberkan kronologi kematian Agitha Putri Cahyani (14) anak sambungnya yang dituding meninggal tidak wajar.

Merasa tidak tahan atas semua tudingan yang ditujukan padanya serta keluarga, Linda Halim dengan didampingi suaminya Agung Rahardjo serta Rolland Ellyas Potu, SH, MH selaku kuasa hukum membeberkan kronologi penyebab kematian anak tirinya tersebut di hadapan awak media.

Agitha Putri Cahyani adalah anak sulung dari Agung Rahardjo dengan Erlita Dewi namun keduanya bercerai dan pengadilan menjatuhkan hak asuh keempat anaknya kepada Agung, kemudian Agung menikah dengan Linda Halim.

Tepat pada tanggal 27 Maret 2021, Agitha Putri Cahyani meninggal selanjutnya disemayamkam di pemakaman kompleks Praloyo Sidoarjo, Atas permintaan ibu kandungnya Erlita Dewi makam almarhumah dibongkar untuk dilakukan Autopsi, lantaran menduga ada hal tak wajar dialami almarhumah sampai menyebabkan meninggal dunia.

Linda Halim menuturkan, Aghita meninggal bermula saat diagnosa dokter mengenai kebocoran dan infeksi pada ginjalnya. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit (RS) Delta Surya Kabupaten Sidoarjo.

Ia menceritakan, waktu itu mendiang Aghita secara tiba-tiba mengalami bengkak pada kaki dan wajahnya. Linda lantas membawanya ke rumah sakit.

“Makanya waktu itu saya putuskan bawa ke dokter, bawa ke dokter penyakit dalam (RS Delta Surya). Pada waktu bawa ke dokter penyakit dalam, dokter lihat anak saya. Terus dia bilang apa ada gangguan jantung? Saya bilang nggak ada, anak saya nggak ada keluhan penyakit apapun,” tutur Linda mengawali ceritanya, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga:  Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda, KBRS Bersama DKS Surabaya Bahas Kebangsaan

Oleh dokter dpesialis penyakit dalam, Linda kemudian dianjurkan membawa anaknya ke bagian jantung untuk menjalani EKG (Elektrokardiogram). Yakni pemeriksaan mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik jantung yang disebut elektrokardiograf.

Pada Rabu, (17/3/2021). Linda membawa almarhumah ke dokter spesialis jantung rumah sakit yang sama. Dari hasil pemeriksaan EKG, D
Dokter menyebut jika Aghita tidak mengalami kelainan atau penyakit jantung.

“Akhirnya saya diminta kembali ke dokter penyakit dalam,” tandasnya.

Keesokan harinya, Linda kembali ke dokter spesialis penyakit dalam RS Delta Surya Sidoarjo dengan membawa hasil EKG. Dari analisa dokter, Aghita diminta menjalani foto rontgen (thorax) guna mengetahui kemungkinan ada gangguan di bagian dada. Selain foto thorax, urin dan darah Aghita dikatakan Linda, juga diambil untuk diperiksa.

“Karena hasil ini tidak bisa keluar dalam sehari, saya dua kali ke dokter membawa foto thorax yang ternyata nggak ada masalah. Terus sama hasil laboratorium ini. Terus dokter bilang terlalu dini untuk menyimpulkan adik ini sakit apa, kami minta untuk di USG (Ultrasonografi),” lanjutnya.

Baca Juga:  Gasak Ranmor di Warkop, Pemuda Surabaya Diringkus Polsek Kerembangan

Disitulah ditemukan penyebab bengkak pada kaki dan wajah anak tirinya. Dokter yang melakukan USG menjelaskan jika pasien mengalami kebocoran dan infeksi pada organ ginjal. Meski begitu, dokter tetap meminta Linda agar kembali ke dokter spesialis penyakit dalam dengan membawa foto hasil USG.

“Terus dokter penyakit dalam itu yang saya ingat hanya lihat begini. (Dan bilang) Ya kita obati saja,” katanya.

“Namanya ibu, ketika saya mendengar anak saya ada infeksi di ginjal pikiran saya itu kemana-mana. Saya syok, saya nangis, saya kaget. Karena selama ini anak saya tidak ada keluhan, sama sekali tidak ada keluhan,” imbuh Linda.

Sejak saat itu, Linda mengaku semakin intens mengawasi anak-anaknya. Mengatur pola makan mereka secara ketat dan menjaga keseimbangan kebutuhan air minum.

“Terus makan nggak boleh terlalu asin, karena adiknya (almarhumah) ada hipertensi,” singkatnya.

Setelah tiga hari mengkonsumsi obat, bengkak kaki dan wajah yang dikeluhkan Aghita berangsur hilang. Tubuhnya terlihat lebih sehat seperti sediakala. Ketika ditanya, Aghita juga mengaku tidak merasakan sakit apa-apa.

“Jadi dia sudah mulai beraktivitas, dia tetap melakukan daring dari sekolah, tetap nonton, tetap bermain game, tetap seperti anak normal. Itu saya sama sekali tidak merasa ada apa-apa dan belum jadwal kontrol lagi,” ujar Linda.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ringkus Sindikat Jaringan Narkoba Malaysia-Sampang

Namun rupanya, penyakit itu telah merenggut nyawa orang yang paling disayang Linda. Pada Sabtu, tanggal 27 Maret 2021, Aghita meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Disaat detik-detik kepergian Aghita, Linda menuturkan jika anaknya sempat meminta digendong. Bukan itu saja, dalam perjalanan menuju ke rumah sakit mendiang Aghita juga merasa kehausan namun permintaan terakhir itu tak dapat dipenuhinya.

“Dia masih bicara, mama haus. Saya ngomong tunggu ya nak, mama gak bawa air. Tunggu ya nak,” ucapnya lirih.

Sesampainya di rumah sakit, oleh dokter, Aghita dinyatakan meninggal dunia. Setelah dinyatakan meninggal, Agung dan Linda meminta dokter terus melakukan upaya medis dengan memberikan kejut jantung.

“Kami memang meminta karena tidak percaya secepat itu anak saya pergi,” tambah Agung disamping istrinya.

Setelah hampir tiga jam menunggu tindakan medis, upaya Agung dan Linda tak bisa melampaui takdir. Agung yang kemudian pasrah, mencoba menghubungi Erlita Dewi, mantan istri dan ibu kandung Aghita untuk mengabarkan kematian anaknya itu.

Tak disangka, kisruh sepeninggal Aghita terjadi. Kedua orang tua kandung almarhumah berseteru dan berbuntut laporan polisi.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan
Pohon Tumbang Timpa Sekolah dan Puluhan Rumah Warga, Satu Orang Terluka

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:06 WIB

Tak Sekadar Pameran Otomotif, IIMS Surabaya 2026 Hadirkan Sport Entertainment

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:14 WIB

Harapan Ketua DPRD Bojonegoro terkait KDMP yang Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:27 WIB

Taro Ramaikan Kampung Ramadan di Jombang, Ajak Keluarga Berpetualang dalam Kebaikan

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:08 WIB

Balik Jengger Ayam GAYATRI: Harapan dan Kecemasan Suraji di Tanjungharjo Bojonegoro

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:37 WIB

LUsh Green Indonesia akan Gugat Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalnus, Ini Penyebabnya

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:44 WIB

SMKS PGRI Sukodadi Gelar Pameran Karya Tata Busana, Dorong Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Siswa

Sabtu, 13 Desember 2025 - 12:07 WIB

Buruh Tembakau Baureno Bojonegoro Dapat DBHCHT, Petani Tembakau Ngayam Juga Berharap Dapat

Jumat, 12 Desember 2025 - 23:36 WIB

Gotrade Gelar Roundtable Surabaya, Kupas Strategi Pasar AS 2026 dan Dorong Literasi Saham

Berita Terbaru