BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menanggapi meningkatnya angka kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jalur nasional Kecamatan Baureno, Sabtu (24/1/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jalan Nasional Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam peninjauannya, Nurul Azizah menyoroti banyaknya lubang dan permukaan jalan yang bergelombang di jalur utama penghubung Bojonegoro–Surabaya tersebut.
Kondisi ini dinilai tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam nyawa pengendara.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan warga terhadap kondisi aspal yang berlubang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam tinjauannya, Nurul Azizah mendapati titik-titik kerusakan parah yang kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Jalur Baureno merupakan urat nadi transportasi logistik yang padat, sehingga kerusakan sekecil apa pun berdampak fatal.
“Kondisinya memang perlu penanganan segera. Ini sangat berisiko dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas,” ujar Wabup di lokasi.
Secara regulasi, jalan tersebut merupakan Jalan Nasional yang berada di bawah wewenang Kementerian PUPR melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provinsi Jawa Timur.
Meski bukan wewenang langsung kabupaten, Pemkab Bojonegoro mengambil langkah proaktif dengan langsung menghubungi pihak PPK Provinsi via telepon untuk mendesak percepatan perbaikan.
Desakan Pemkab ini didasari oleh data yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan di Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan.
Kasus Kecelakaan, Tercatat lebih dari 1.100 kejadian laka lantas.
Fatalitas: Sebanyak 184 jiwa melayang di jalanan Bojonegoro dalam setahun terakhir.
Selain faktor kelalaian manusia, kerusakan fisik jalan nasional di titik-titik strategis seperti Baureno menjadi faktor kontributor utama.
Bojonegoro dikenal sebagai daerah yang sangat atensi terhadap infrastruktur nasional di wilayahnya.
Karena menyangkut keselamatan nyawa warga, Pemkab tidak jarang memberikan dukungan finansial melalui mekanisme hibah untuk aset pusat.
Berdasarkan catatan pembangunan, Pemkab Bojonegoro telah mengalokasikan dana hibah APBD yang signifikan untuk mendukung pelebaran dan perbaikan jalan nasional sejak 2021.
Total dana yang dikucurkan diprediksi mencapai lebih dari Rp154 miliar (akumulasi 2021-2023) guna memastikan jalur utama dari pusat kota hingga perbatasan Lamongan memiliki standar keamanan yang baik.
Dari Hasil koordinasi taktis di lapangan membuahkan hasil positif.
Pihak PPK Provinsi Jawa Timur memberikan respon hijau dan berkomitmen memulai pengerjaan fisik di jalur Baureno yang akhirnya pada,
Hari/Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026.
Wakil bupati menghimbau kepada Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi area perbaikan.
Dengan pengerjaan ini, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan dan mobilitas ekonomi warga kembali lancar.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















