Moratorium MBG, Bersihkan Dari Tangan Elit Dan Syahwat Korupsi

- Admin

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id -Sebuah keresahan besar kini menggelayuti akar rumput, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang lahir dari niat tulus Presiden Prabowo Subianto untuk menyehatkan bangsa, kini tengah berada di persimpangan jalan yang gelap.

Dari investigasi di lapangan, program ini tidak lagi murni soal gizi, melainkan telah menjelma menjadi “arena sikut” bagi para pemburu rente, elit politik, hingga oknum Aparat Penegak Hukum (APH).

DPC Projo Bojonegoro secara tegas menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah masuk dalam tahap darurat integritas.

Ketua DPC Projo Bojonegoro, Mustakim, membeberkan fakta pahit tentang mentalitas oportunis yang merusak tatanan program strategis ini.

Perubahan regulasi anggaran ternyata hanya mengubah pola “predator” birokrasi, bukan memperbaiki kualitas pelayanan.

Baca Juga:  Projo Bojonegoro Desak Reformasi Internal Polri: Jangan Biarkan Isu 'Ijazah Jokowi' Terus Jadi Komoditas Kegaduhan

“Ini sangat menyakitkan. Dulu, saat sistem anggaran masih ‘rembes’, para elit dan pemangku kepentingan ini enggan menoleh, pura-pura tidak tahu. Tapi begitu regulasi berubah dan anggaran cair dengan mudah, mereka berebut kuota dapur MBG layaknya semut mengerubungi gula. Elit politik dan oknum APH kini menguasai pengelolaan secara masif,” ujar Mustakim dengan penuh kekecewaan.

Fenomena ini membuktikan bahwa program MBG saat ini bukan lagi milik rakyat, melainkan milik mereka yang punya kuasa untuk memplot kuota dan mengatur kemitraan demi keuntungan pribadi.

Melihat carut-marutnya implementasi di lapangan, DPC Projo Bojonegoro mengusulkan langkah ekstrem namun perlu dilakukan oleh pemerintah, Hentikan atau tutup sementara program MBG selama kurang lebih dua tahun.

Baca Juga:  Satlantas Polres Sampang Turun ke Sawah, Bagikan Nasi Bungkus dan Masker Kepada Para Petani

Langkah “istirahat” ini bukan untuk membatalkan niat baik Presiden, melainkan untuk, DPC Projo Bojonegoro, memberikan ruang bagi pemerintah untuk membersihkan rantai pasok dari campur tangan elit politik dan oknum APH yang bermain di air keruh.

Harus ada Perubahan Regulasi Fundamental, Menyusun aturan baru yang menutup rapat celah bagi siapapun yang ingin menjadikan MBG sebagai kedok pencucian uang atau mark-up anggaran.

Pemerintah,Memastikan APH kembali ke fungsi pengawasan, bukan justru menjadi pemain atau mitra “bayangan” dalam pengelolaan dapur.

Ungkap lelaki yang akrab dipangil djaeman tersebut,Keresahan kami sangat dalam; kami tidak ingin melihat program kebanggaan Presiden Prabowo ini hanya meninggalkan residu korupsi. Harus ada penegakan hukum yang radikal dari hulu (perencanaan) hingga hilir (piring anak sekolah).

Baca Juga:  ASN Eselon III di Pemkab Probolinggo Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Para koruptor yang berlindung di balik jargon “mendukung program pemerintah” harus diseret ke pengadilan.

“Lebih baik kita berhenti sejenak untuk membenahi sistem, daripada membiarkan program ini berjalan sebagai ladang pencucian uang bagi para oportunis. Jangan biarkan hak anak-anak kita dirampas oleh mereka yang berpura-pura setia tapi sebenarnya menggerogoti dari dalam,” ungkapnya.

Projo Bojonegoro mendesak Presiden untuk segera mengambil komando.
Jangan biarkan elit politik daerah mengubur mimpi besar bangsa ini di bawah tumpukan kuitansi fiktif dan kuota titipan.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Semarak Puncak HJB ke-349: Diwarnai Tari Kolosal Mliwis Putih dan Sayembara Balon Berhadiah Kambing
Api Abadi Jangan Padam! Setyo Wahono Patok Target Ekstrem Sebelum Masa Jabatan 2029 Habis
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB