BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Aksi dugaan pungutan liar (pungli) terang-terangan terjadi di kawasan Jembatan Luwihhaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.
Sebuah rekaman video amatir yang viral di media sosial hari ini menunjukkan oknum memanfaatkan celah portal pembatas kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading) untuk menarik keuntungan pribadi dari para sopir.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, untuk menjaga ketahanan infrastruktur jalan kelas kabupaten. Portal tersebut dipasang dengan spesifikasi ketinggian maksimal 3,5 meter dan lebar bersih 2,1 meter.
Pembatasan ini bertujuan agar kendaraan berat yang melebihi kapasitas tidak melintasi jembatan, guna mencegah kerusakan struktur bangunan yang baru saja diperbaiki.
Namun, dalam video yang beredar luas, terlihat satu sisi portal jembatan belum terpasang sempurna. Celah tersebut dimanfaatkan oleh para sopir kendaraan besar untuk tetap bisa melintas demi menghindari rute putar yang jauh.
Ironisnya, di lokasi tersebut tampak seseorang mengenakan seragam keselamatan kerja (APD) lengkap berdiri di sisi jalan.
Bukannya mengarahkan kendaraan sesuai aturan tonase, oknum tersebut justru terlihat memungut uang dari setiap kendaraan yang lewat.
“Lhooh bayar, lhooh lewat kon bayar (Lho bayar, lho lewat sana bayar),” ungkap suara pengambil gambar dalam rekaman tersebut dengan nada satir.
“Bayarnya Lima Ribu, Gaes”
Aksi ini dikeluhkan langsung oleh para sopir yang melintas.
Karena terdesak waktu dan enggan memutar jauh, mereka terpaksa merogoh kocek untuk memberikan “upeti” tidak resmi.
“Ini bayarnya lima ribu, Gaes,” ujar sang sopir dalam video tersebut dengan nada dongkol sembari menyodorkan uang kertas kepada oknum di sisi portal.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Welly Fritama, belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi pungli di lokasi tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media Suara Bangsa melalui sambungan telepon maupun pesan singkat belum mendapatkan respons dari yang bersangkutan.
Pengemudi truck Warga Kecamatan Ngraho dan pengguna jalan mendesak agar pihak berwenang segera melakukan penertiban di lokasi agar fungsi portal,serta evaluasi lagi pemasangan portal tersebut.
“Tolonglah pemerintah mengkaji lagi terkait pemasangan portal tersebut,manfaat nya dan kegunaannya,” pungkasnya yang enggan disebutkan namanya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















