Cantika Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Bojonegoro Pimpin Apel Pertama

- Admin

Senin, 24 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cantika Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah saat pimpin Apel pertama kali.

i

Cantika Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah saat pimpin Apel pertama kali.

BOJOEGORO, SUARABANGSA.co.id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama istri Bupati Bojonegoro yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Bojonegoro Cantika Setyo Wahono memimpin apel rutin, Senin (24/2/2025).

Apel yang diikuti para ASN lingkup Pemkab Bojonegoro digelar di halaman Pendopo Malowopati.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, hari ini merupakan apel perdana sebagai pimpinan dengan jabatan baru di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Usai dilantik di Jakarta, Bupati Wahono mengikuti retret di Magelang.

Wabup Nurul Azizah menjelaskan beberapa hal dalam perjalanan politiknya. Pada 13 September 2024, ia yang sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro meninggalkan Pemkab Bojonegoro untuk mengikuti kegiatan politik. Dan setelah 5 bulan 11 hari, baru hari ini menginjakkan kaki kembali di pemerintahan.

Ada beberapa harapan masyarakat yang diamanatkan kepada Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Jumlah pemilih yang mencapai 89,34 persen adalah bukti harapan dan tumpuan Masyarakat yang harus selesai dalam 5 tahun.

Baca Juga:  Polres Bojonegoro Cangkrukan bersama Awak Media

“Dan ini terjabarkan dalam program 100 hari kerja meliputi program jangka menengah dan panjang. Sehingga ada sinkronisasi dan sinergi program yang diharapkan masyarakat dapat terlaksana,” ujarnya.

Ada beberapa hal penting yang diungkapkan Wabup Nurul Azizah. Pertama, terkait program Presiden yang harus tersinergi antara pusat, provinsi, dan daerah yang tertuang dalam Asta Cita. Sementara visi Kabupaten Bojonegoro adalah mewujudkan Bojonegoro makmur dan membanggakan yang diuraikan dalam 5 misi. Yakni meliputi SDM unggul, perekonomian produktif, lingkungan lestari, tata kelola pemerintah yang bersih dan akuntabel, dan memajukan kebudayaan daerah.

 

Kedua, dalam 100 hari kerja, ada program kegiatan yang harus diselesaikan. Dengan argometernya mulai 20 Februari, yang hari ini sudah berjalan empat hari sehingga tersisa 96 hari.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Geram Kepada ASN yang Tidak Disiplin

“Ketiga, Bupati memahami kondisi kekeringan dan banjir di Bojonegoro. Sehingga tata kelola air menjadi prioritas. Kemarin sudah ada inovasi menggunakan gerakan panen air hujan. Sehingga ke depan, diharapkan satu OPD minimal satu inovasi. Penilaiannya nanti bukan dilakukan oleh OPD atau Bupati melainkan ada tim yang akan mengevaluasi apakah inovasi sudah diselesaikan dengan baik apa belum,” pungkasnya.

Keempat, lanjut Wabup, akan ada penambahan OPD. Yaitu OPD Badan Riset Inovasi Daerah dan Kantor Penanggulangan/Pencegahan Narkotik. OPD tambahan ini penting karena akan menjadi tumpuan dalam perencanaan.

Pemkab juga mempunyai masterplan penanggulangan banjir kota. Wabup Nurul Azizah meyakini masterplan ini juga harus dilakukan/disusulkan agar mengetahui arah air yang harusnya mengalir.

“Jangan lupa masyarakat meneropong kita semua. Terpenting berprinsip sebagai pelayan masyarakat. Kita juga telah melakukan MoU dengan pemerintah provinsi terkait SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim di Kabupaten Bojonegoro. SMA ini nantinya menjadi satu-satunya yang bertempat di Bojonegoro dan menjadi salah satu kebanggaan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dapat Dana DBHCHT, Diskop UKM dan Perindag Sumenep Segera Rampungkan Pembangunan KIHT

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Ketua TP PKK Cantika Setyo Wahono, mengucapkan terima kasih atas penyambutan dan penerimaan yang hangat dari seluruh jajaran setelah dilantiknya Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Sejak 2016, Cantika mengaku juga sudah bekerjasama dengan beberapa OPD di bidang akademisi.

“Bapak Setyo Wahono dan Ibu Nurul Azizah tentu saja kita harus berjuang bersama-sama mewujudkan visi misi yang dibawa sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Selalu bekerjasama, berjuang bersama mewujudkan cita-cita yang sama yaitu kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan
Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian
Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama
Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri
Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru