Menguapnya Dana Desa Talok, Antara Temuan Rp 300 Juta dan Bungkamnya Otoritas

- Admin

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Slogan transparansi anggaran di tingkat desa kini tengah diuji di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Hari Rabu (14/1/2026).

Aroma tak sedap terkait dugaan penyimpangan dana desa Tahun Anggaran (TA) 2022 dan 2023 mulai menyeruak ke publik.

Tidak main-main, angka kerugian negara yang diduga menjadi “bancakan” oknum pemerintah desa tersebut ditaksir menembus angka Rp 300 juta.

​Hasil audit yang melibatkan Inspektorat, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dikabarkan telah rampung. Namun, di balik angka ratusan juta yang menjadi temuan, terselip tanya besar.
​Informasi yang dihimpun Suara bangsa menunjukkan bahwa Laporan Hasil Audit (LHA) bukan lagi sekadar isu.

Dokumen tersebut nyata adanya, mengonfirmasi adanya lubang besar dalam kas desa.
Sayangnya, meski bukti administrasi telah mengarah pada indikasi kerugian negara, hingga kini belum ada langkah konkret baik berupa pengembalian uang maupun sanksi hukum yang tegas terhadap Kades Talok.

Baca Juga:  Slamet Hari Hadi Sebut Seleksi Akhir Calon Pegawai Akan Dilakukan Langsung oleh PT Agrinas

​Kondisi ini memicu gelombang mosi tidak percaya dari warga. Media sosial kini menjadi ruang “sidang rakyat” tempat warga menumpahkan kekecewaan atas lambatnya respons aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait.

​”Kami tidak butuh tumpukan dokumen audit di atas meja pejabat. Kami butuh uang desa kembali dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya. Rp 300 juta itu hak warga, bukan uang saku pribadi,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

​Sikap bungkam dari pihak Pemerintah Desa Talok maupun Inspektorat Bojonegoro menjadi tanda tanya besar. Publik mulai berspekulasi, Ada apa Inspektorat dan DPMD selama 10 tahun ini, praktis dana desa tak terwujud meskipun milyardtan terkucur ke desa-desa.

Baca Juga:  DPRD Bojonegoro Segera Lantik PAW Dua Srikandi PKB yang Meninggal

​Secara aturan, jika temuan kerugian negara tidak dikembalikan dalam waktu 60 hari setelah LHA diterbitkan, maka ranah administratif seharusnya berubah menjadi ranah pidana. Namun, hingga berita ini diturunkan, status perkara Desa Talok masih berada dalam “remang-remang” birokrasi.

​Masyarakat Desa Talok kini tidak hanya menuntut transparansi, tetapi juga kepastian hukum. Jika kerugian negara sebesar Rp 300 juta dibiarkan tanpa konsekuensi yang jelas, maka hal ini akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola 419 desa lainnya di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga:  Malam Nuzulul Qur’an, SH Terate Ranting Kapas Gelar Tarawih Bersama dan Khataman Al-Qur’an di Puslat Bojonegoro

​Keheningan pihak DPMD juga disayangkan. Sebagai instansi pembina, mereka seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan Dana Desa digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk memperkaya diri sendiri.

​Warga kini menunggu: Apakah aparat akan berpihak pada kebenaran dan rasa keadilan masyarakat, atau justru membiarkan kasus ini menguap tertelan waktu? Kasus Desa Talok adalah ujian nyata bagi integritas penegakan hukum di Bumi Angling Dharma.

Redaksi Suara bangsa, masih terus berupaya membuka ruang klarifikasi bagi Kepala Desa Talok maupun Inspektorat dan DPMPD Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan penjelasan resmi terkait status temuan ini.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pameran Wilbex Vol 2 2026 Surabaya Resmi Dibuka, Pengunjung Penuhi Lokasi Sejak Pagi
Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Berita Terbaru