Akademi Kebidanan Bojonegoro Resmi Beralih Status Menjadi Poltekkes Kemenkes Surabaya

- Admin

Minggu, 3 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pj. Bupati Bojonegoro menyerahkan Sertipikat Hak Pakai Eks Akbid Bojonegoro Kepada Kementrian Kesehatan RI, yang diterima langsung oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E., M.A., Ph.D. Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Jum’at (01/11) siang.

Acara serah terima dilaksanakan di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro yang dihadiri oleh Pj. Bupati Bojonegoro, Sekjen Kemenkes RI beserta jajaran, Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya beserta jajaran, dan Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Bojonegoro.

Prodi D III Kebidanan Bojonegoro merupakan salah satu hasil merger Akademi Kebidanan (Akbid) Bojonegoro dengan Poltekkes Kemenkes Surabaya sejak 2018. Eks Akbid Bojonegoro yang berdiri sejak 1998 berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI melalui Depkes, kini telah resmi beralih status sebagai Poltekkes Kemenkes Surabaya yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Serahkan SK kepada 250 Guru PPPK Tahap Pertama

Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E., M.A., Ph.D. Selaku Sekretaris Jenderal Kemenkes RI menerangkan bahwa kegiatan ini selain bertujuan melaksanakan tata Kelola pemerintahan yang baik, juga berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan dan SDM di Kabupaten Bojonegoro.

Sekjen Kemenkes RI memiliki program Primary Health Care (PHC) yaitu melibatkan Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes hingga Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan Kesehatan kepada masyarakat. Selain itu sebagai media mengkampanyekan pola hidup sehat melalui metode peningkatan kualitas Kesehatan dan Tindakan pencegahan terjadinya masalah Kesehatan.

Baca Juga:  Dapat Kucuran DBHCHT, RSUD Moh Anwar Sumenep Lengkapi Sarana Kesehatan

“Tujuan besar kita adalah meningkatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, dan dengan hadirnya Poltekkes Kemenkes Surabaya yang berada di Bojonegoro, harapannya mencetak tenaga Kesehatan yang dapat mensukseskan program PHC. Setelah penyerahan sertipikat ini, kedepan kita akan menambah sarana dan prasarana Pendidikan, serta menambah jumlah Prodi yang ada, seperti Keperawatan, Psikolog, Ahli Gizi dan prodi lain,” Ungkap Sekjen Kemenkes RI.

Kunta Wibawa DN, juga berharap lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya mampu menjadi tenaga Kesehatan yang mengisi tiap-tiap instansi layanan Kesehatan di Bojonegoro, serta turun langsung menjadi penggerak pola hidup sehat ditengah-tengah Masyarakat.

Baca Juga:  Pj Bupati Bojonegoro Lantik Joko Lukito  Jadi Pj Sekda Gantikan Nurul Azizah

Dalam kesempatan tersebut, Andriyanto Pj. Bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa komitmen Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan Kesehatan Masyarakat cukup tinggi, selain dengan program UHC, Pemkab juga menambah jumlah layanan Kesehatan Masyarakat.

Pj Bupati yang dari Kementerian keuangan tersebut berpesan, setelah diserahkan sarana dan peralatan pendukung serta serah terima aset Eks Akbid Bojonegoro kepada Kemenkes RI, semua ini agar kedepan terjalin sinergitas dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat.

“Dengan ini semoga semakin berkembangnya kualitas Pendidikan di Akbid Bojonegoro, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kedepannya,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan
Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas
Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro
Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara
Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya
Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?
Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:57 WIB

Aspirasi Warga Ngampel ke DPRD, Langkah Mendadak di Tengah Padatnya Agenda Dewan

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:57 WIB

Paradoks Integritas di Kota Angling Darmo

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIB

Kades Sumberagung Tegaskan Jalan yang Diprotes Warga Bukan Kewenangan Desa: Itu Jalan Hutan

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:26 WIB

Menguapnya Dana Desa Talok, Antara Temuan Rp 300 Juta dan Bungkamnya Otoritas

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:51 WIB

Portal Digital DPMPD Bojonegoro dan Data Desa Masih Sulit Diakses, Rakyat Hanya Disuguhi ‘Error’

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:40 WIB

Menyoal Akrobat Birokrasi: Beasiswa yang Menguap dan Upaya Mengaburkan Fakta

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:37 WIB

EDITORIAL: Ironi Desa Talok, Saat Ego Pemimpin Membakar Nadi Pembangunan

Senin, 12 Januari 2026 - 17:35 WIB

Sidang Memanas di DPRD Bojonegoro, Aspirasi Kades Talok Terbentur ‘Rapor Merah’ Administrasi

Berita Terbaru

Daerah

Paradoks Integritas di Kota Angling Darmo

Rabu, 14 Jan 2026 - 13:57 WIB