Menyoal besaran angka fantastis ini, Andre (35), salah satu masyarakat Sampang mengungkapkan kegeramannya. Menurutnya, di masa ekonomi serba sulit ini mengapa Dinkes bisa punya anggaran sebesar itu hanya untuk ongkos perjalanan dan makan minum rapat saja.
“Siapa yang nggak kaget denger angka yang besar kayak gitu. Masak sih, cuma untuk biaya makan minum rapat saja angkanya bisa sampai Rp 2,1 miliar. Emang makan apa sih mereka?, terlalu,” keluh Andre, ditemui kontributor suarabangsa.co.id, Selasa (08/08/2023).
Andre menyesalkan kebijakan yang diambil pemkab dalam pengalokasian anggaran mamin tersebut. Harusnya, yang lebih diprioritaskan adalah pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan dimaksimalkan.
“Cuma untuk makan minum rapat masa sampe segitunya, yang bener aja. Rakyat kecil ini lagi susah, tolong lah pejabat-pejabatnya pentingin hal-hal yang lebih prioritas,” sesal Andre.
Andre pun meminta Kadinkes transparan ke publik soal besaran alokasi anggaran mamin tersebut. Sebab, kata dia, transparansi itu sangat penting agar tidak ada prasangka buruk di masyarakat.
“Karena anggaran yang digunakan sejatinya dari masyarakat. Maka pertanggungjawaban pada publik sebagai ciri pejabat yang baik, dan itu mutlak untuk dilakukan,” tandas Andre.
Penulis : Abdussalam
Editor : Putri

















