Cuaca Tak Menentu, Sejumlah Petani Tembakau di Sampang Mengaku Galau

- Admin

Sabtu, 28 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, memilih menunda menanam tembaku mengingat kondisi cuaca belum bisa dipastikan kemarau. Sebagaimana diketahui, varietas itu tak cocok ditanam di musim hujan.

Sementara, sebagian petani yang sudah terlanjur menanam tanaman varietas dengan usia tiga bulan tersebut, merasa was-was. Pasalnya, kondisi hujan dan panas yang sulit diprediksi membuat proses pembibitan bakal tak maksimal.

Hal itu sebagaimana disebut oleh Slamet (47), salah satu petani yang ditemui kontributor suarabangsa.co.id pada Sabtu (28/05/2022) di Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan.

Menurut Slamet, dampak cuaca yang tidak menentu membuat para petani tembakau di daerahnya galau. Sebab, kata dia, tanaman tersebut memungkinkan mati jika terus-menerus terguyur hujan.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Sediakan Program Hand Tractor On Call Untuk Petani

“Hanya 30 persen saja warga yang menanam tembakau, sisanya enggan untuk menanam karena anomali cuaca. Kalau di paksa tanam tembakau bisa mati karena terkena air hujan,” ujarnya.

Kendati demikian, Slamet mengaku tetap menanam tembakau di tengah cuaca yang tak menentu karena tidak ada pilihan lain. Meskipun, cuaca yang tidak menentu tersebut membuat biaya perawatan akan jadi membengkak.

“Kalau tidak menanam ya mau ngapain lagi. Meskipun cuaca tak menentu tapi saya tetap nanam dari pada nganggur,” aku dia dengan raut wajah pasrah.

Baca Juga:  Kompak, Warga Desa Prajjan dan Tambaan Camplong Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang

Walaupun dirinya terlanjur menanam tembakau, namun dia tak mengelak turut merasa khawatir lantaran intensitas hujan dalam sepekan terakhir kurang bersahabat. Ini dirasa dapat berpengaruh pada pertumbuhan tembakau yang ia tanam.

“Rata-rata petani galau, ya mau gimana lagi. Kalau ada bibit yang mati karena terlalu banyak menyerap air, ya diganti lagi dengan bibit baru,” imbuhnya.

Apalagi, dia mengaku tidak membuat bibit tembakau sendiri. Dia membeli bibit tembakau dari petani lain. Menurutnya, tembakau yang usianya masih muda rentan terhadap air.

Baca Juga:  Kawal Ketahanan Pangan, Ini yang Dilakukan Insan Pers yang Tergabung di Komunitas AKP Bojonegoro

“Kalau sudah agak besar kena air tidak masalah. Kalau lagi ditanam kan bahaya. Saat ini tanah dan batang tembakaunya kena air terus, jadi tembakau yang masih muda ini jadi kurang sehat,” jelasnya.

Dia juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dari kejadian itu. Dia hanya bisa berharap musim kemarau segera tiba supaya tembakaunya bisa tumbuh besar dan sehat.

“Saat ini, saya hanya bisa pasrah dan berharap kondisi cuaca semakin membaik. Untuk mencegah tentu suatu hal yang tidak mungkin. Sebab, ini faktor alam dan kuasanya Tuhan,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru