SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kabupaten Sumenep yang terletak di ujung timur pulau Madura Jawa Timur itu tidak hanya kental dengan persoalan budaya yang dimilikinya, mengingat Sumenep merupakan salah satu Kabupaten yang awalnya adalah sebuah kerajaan yang berdiri pada tahun 1269 yang pada saat itu raja pertamanya adalah Arya Wiraraja atau Arya Banyak Wede.
Banyaknya tempat wisata di Sumenep tidak lepas dari letak geografis yang terdiri dari dua bagian, yaitu kepulauan dan daratan, dengan luas wilayah mencapai 2.093 km persegi. Hal ini jika dibandingkan dengan beberapa Kabupaten yang ada di Madura, Kabupaten Sumenep merupakan Kabupaten terluas.
Hal itu merupakan nilai plus untuk Kabupaten paling timur di Madura itu. Ada banyak potensi wisata yang ditawarkan di Kabupaten Sumenep, dari wisata religi, wisata kuliner, hingga wisata alam yang memukau.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, jumlah wisatawan sejak bulan Januari sampai dengan bulan September 2019 tercatat sekitar kurang lebih 840.905 orang.
Tentunya dengan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Sumenep bukan tanpa alasan dan tujuan, ada banyak keindahan yang dimiliki Sumenep, dan salah satunya adalah dunia wisata yang menjadi magnet para wisatawan luar untuk masuk ke Sumenep.
Terdapat beberapa wisata alam yang ada di Kabupaten Keris itu, salah satunya yang akhir-akhir ini menjadi primadona di Sumenep.

Pantai Sembilan, Gili Genting
Pulau Gili Genting yang terletak di sisi bagian tenggara di Kabupaten Sumenep dengan luas kurang sekitar 30 km persegi.
Pulau ini menawarkan wisata pantai yang memukau, yang belakangan ini menjadi salah satu wisata primadona, dengan keindahan alamnya yang eksotis, dari bentangan pasir putih yang bersih dan indah.
Pantai Sembilan tersebut bisa menjadi referensi liburan keluarga ketika berada di Sumenep, dan akses menuju ke Pantai Sembilan tidak cukup sulit dengan cukup menaiki perahu dari pelabuhan Tanjung di Kecamatan Saronggi, jarak dari jantung kota Sumenep ke pelabuhan dapat di tempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dengan jarak 20 kilometer, dari pelabuhan Tanjung wisatawan harus menaiki perahu untuk sampai di lokasi dalam waktu kurang lebih 30 menit perjalanan dalam kondisi laut tenang.
Menurut pengakuan warga setempat, bahwa ada mulanya, pantai ini bernama Pantai Mareddnan atau “kuburan”. Karena tepat di sisi pantai ini terdapat lokasi kuburan umum yang sekarang sudah disekat oleh tembok.
Saat air laut pasang, maka dapat dilihat menggenangi bibir pantai dan seakan-akan membentuk angka sembilan ketika dilihat dengan menggunakan drone.
Setelah melihat keunikan yang dimiliki pantai sembilan, Pemerintah Kabupaten Sumenep lalu mengganti nama pantai tersebut menjadi Pantai Sembilan.
Strategi pemerintah tersebut ternyata banyak mendapatkan respon baik dari semua kalangan, bahkan ke wisatawan, hingga akhirnya lambat laun peningkatan wisatawan yang hadir semakin bertambah, dengan polesan aksesoris berupa sebuah rumah yang terbuat dari kayu dan lainnya membuat daya tarik tersendiri.
Waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai sembilan yaitu pada saat pagi dan sore hari, sambil menikmati sunset dan sunrise di pulau Gili Genting Sumenep.

Pantai Gili Labak
Selanjutnya adalah Pantai Gili Labak Sumenep Madura, keindahannya patut diperhitungkan oleh wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara.
Lokasi Pantai Gili Labak berada di sebelah timur laut Kabupaten Sumenep Madura, yang merupakan sebuah pulau terpisah dan masih termasuk dalam lingkup Kecamatan Talango. Lokasinya yang agak sedikit jauh di tengah lautan, butuh waktu kurang lebih 45 menit menggunakan perahu nelayan dari pelabuhan Kalianget pada saat kondisi laut baik untuk sampai di sana, namun meskipun para wisatawan akan memakan sedikit lebih banyak waktu dan usaha untuk sampai di lokasi, tapi semuanya akan terbayar setelah menyaksikan keindahan bawah laut bak surga tersembunyi yang berada di Kabupaten Sumenep itu.
Untuk sampai di Sumenep saat ini sudah disediakan rute transportasi penerbangan yang bisa diakses wisatawan yaitu dari Surabaya – Sumenep, dengan menggunakan penerbangan lokal dengan waktu tempuh kurang lebih hanya memakan waktu sekitar setengah jam dari Bandar Udara Juanda menuju Bandar Udara Trunojoyo, atau bisa juga menggunakan alat transportasi darat dengan menggunakan Bus melewati jembatan Suramadu.
Objek Wisata Pantai Gili Labak Sumenep menawarkan begitu banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari hanya sekedar menikmati kemolekan pantai hingga wisatawan juga bisa melakukan snorkeling sambil menikmati biota laut yang masih asri dan indah, dan juga melakukan kemah di bibir pantai, dan juga bersua foto.

Pantai Lombang
Pantai Lombang terletak di Kecamatan Dungkek Desa Lombang dan diresmikan pada tahun 2000, pasir putih yang terbentang sejauh 12 kilometer menghampar luas di bibir pantai yang elegan. Ditambah dengan hiasan cemara udang yang rindang, hingga suasana sejuk dan nyaman dapat dirasakan wisatawan saat mulai memasuki Pantai Lombang.
Jarak tempuh Pantai Lombang dari jantung kota Sumenep dapat ditempuh dalam perjalanan darat, dengan menggunakan semua mode transportasi yang ada, sekitar kurang lebih 30 kilometer selama 42 menit. Dari kota Sumenep wisatawan akan melewati beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Kota Sumenep, Kecamatan Gapura, dan Kecamatan Batang-Batang.
Cemara udang yang juga menghampar luas menghiasi hampir keseluruhan tepian pantai, menjadi ciri khas Lombang tersebut, asal muasal dari cerita masyarakat yang ada di sekitaran pantai, sejarah pohon cemara udanng dikatakan berasal dari Negeri Tiongkok yang merupakan tanaman yang langka. Hingga banyak orang menyebut tanaman tersebut hanya tumbuh di Tiongkok dan Indonesia.
Pantai Lombang dengan suasana ombak yang pelan bersahabat, sangat cocok untuk kegiatan renang dan snorkeling bagi wisatawan, juga pihak pantai sudah menyediakan perlengkapan renang bagi wisatawan, dari baju renang hingga pelampung.
Tidak mahal untuk biaya akses masuk ke Pantai Lombang, cukup merogoh kocek sebesar 10.000 ribu rupiah sudah dapat menikmati keindahan dan semua fasilitas yang ada di Pantai Lombang, jika ingin mandi untuk membilas tubuh setelah menikmati pantai, wisatawan hanya perlu biaya 2000 rupiah untuk bisa menikmati mandi dengan air tawar yang disediakan pihak pengelola.
Bagi wisatawan lokal maupun mancanegara selamat menikmati keindahan-keindahan pantai yang menjadi primadona di Kabupaten Sumenep dengan segala keindahannya yang disuguhkan. Tidak ada salahnya untuk membawa orang yang disayang, keluarga, dan semuanya untuk menikmati hari libur dan menyempatkan diri untuk sejenak refreshing.

















