Sebanyak 750 Merpati Balap Berlaga di Sumenep

- Admin

Jumat, 27 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) mengadakan Lomba Balap Merpati Nasional tahun 2019.

Lomba balap merpati itu bakal digelar selama tiga hari, dari Jumat-Minggu (27-29/09) di lapangan balap merpati sebelah timur Bandara Trunojoyo, Sumenep.

Peserta lomba balap merpati tingkat nasional itu tidak hanya berasal dari empat Kabupaten di Madura, melainkan juga dari luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bali, Kediri dan Jombang.

Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi memberikan sambutan yang hangat bagi peserta balap merpati yang dari luar Madura. Bahkan Politisi PDIP itu mengajak pecinta merpati untuk menikmati Destinasi Wisata di Sumenep.

Baca Juga:  ASN dan PHL Terkena OTT di Pasar Lenteng Sumenep

“Saya menyampaikan selamat datang di Kabupaten Sumenep kepada seluruh peserta merpati balap dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan para peserta kerasan, bahkan selain ikut lomba balap merpati juga bisa menikmati potensi wisata, karena Sumenep memiliki banyak objek wisata yang menarik dan luar biasa,” ucap Wabup Sumenep, saat Pembukaan Lomba Balap Merpati, Jum’at (27/09).

Suami Nia Kurnia itu menyatakan, lomba itu merupakan bagian perhatian terhadap salah satu aspek pelestarian lingkungan demi menjaga habitat burung merpati dari kepunahan, karena kegemaran memelihara burung merpati secara langsung maupun tidak langsung, ikut mendorong memelihara keanekaragaman hayati.

Baca Juga:  Program PTSL Tahun 2021 di Probolinggo Kurang Peminat, 2022 Ditarget 30.285 Bidang Tanah

“Saya berharap lomba balap merpati terus berlanjut di masa mendatang dan semua pihak harus melestarikan tradisi balap burung merpati di daerah masing-masing, mengingat dengan banyaknya kegiatan selain menjaga tradisi, juga menggerakkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Pengda PPMBSI Provinsi Jawa Timur, Nurussalam menjelaskan, lomba balap merpati yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep, dalam rangka menjalin silaturrahim antar penggemar merpati balap se-Nusantara.

“Merpati balap ini merupakan budaya asli Madura yang mampu menjadi budaya Nusantara, sehingga kemudian diagendakan digelar secara bergiliran di beberapa kabupaten di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Bersama Istrinya, Cabup Fauzi Nyoblos di TPS 3 Desa Torbang

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ini menambahkan, agenda Lomba Balap Merpati kali ini dalam rangka meramaikan Visit Sumenep 2019.

“Para penggemar dari berbagai daerah datang ke Kabupaten Sumenep,” imbuhnya.

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, pihaknya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama hadiah lomba utama pada hari Minggu (29/09) besok.

“Anggaran dana untuk hadiah utama dari pemerintah daerah sebesar Rp 50 juta yang penyeharannya langsung kepada rekening pemenang. Peserta lomba berkisar 700-750 pasang burung merpati,” pungkasnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:56 WIB

Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:29 WIB

Babak Baru Sengketa TKD Belun: Kades Jono Sebut Status Tanah ‘Celengan’ kegunaan Tergantung Kebijakan Desa

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:57 WIB

Aset Desa Terancam, Badan Aset Bojonegoro Ikut Bungkam: Bola Panas Sengketa Tanah Belun Temayang Kini Mengarah ke Jalur Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:23 WIB

Komitmen Dukung Ekosistem Halal, Bupati Setyo Wahono Terima Penghargaan dari Halal Metric UB

Berita Terbaru