BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX, Wihadi Wiyanto, S.H., M.H., mempertegas komitmennya dalam memberantas kejahatan siber (scamming) yang meresahkan warga di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Ketua Baleg DPR RI ini mengatakan pada awak media. Ia akan membawa program literasi digital khusus dengan menggandeng pihak kementerian terkait,di dapil nya Bojonegoro-tuban.
Wihadi menyoroti bahwa modus scamming saat ini sudah sangat terencana, mulai dari penipuan asmara (love scam), pencurian data (phishing), hingga investasi bodong yang menjanjikan bunga tinggi.
Inovasi Literasi Bersama Komdigi
Untuk menekan angka korban, Wihadi menyatakan akan segera menurunkan program edukasi yang melibatkan teknologi keamanan terkini.
Hal ini dilakukan untuk memastikan identitas masyarakat terlindungi dengan validasi yang kuat.
“Nanti akan saya bawa program literasi terkait hal tersebut, dan nanti pihak Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) akan mencatat, lewat sidik jari, muka, dan kita akan dorong agar ada literasi terkait hal tersebut,” terang Wihadi Sabtu (14/2).
Langkah penggunaan data biometrik (sidik jari dan wajah) ini diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan digital masyarakat sekaligus mempermudah identifikasi jika terjadi aktivitas mencurigakan.
Wihadi juga menghimbau pada masyarakat Bojonegoro dan Tuban, Imbauan Investasi Aman di Reksadana,
Selain masalah keamanan data, politisi Partai Gerindra ini juga mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur oleh janji-janji manis investasi ilegal yang menawarkan keuntungan selangit dalam waktu singkat.
“Kalau investasi ya di reksadana. Masyarakat jangan terpengaruh dengan janji-janji bunga tinggi. Dan ini bukan hanya untuk OJK saja, untuk semuanya,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi XI yang bermitra dengan OJK dan Bank Indonesia, Wihadi menegaskan bahwa perlindungan konsumen di daerah adalah prioritas utama.
Masyarakat diharapkan jangan tergiur dengan rayuan bunga tinggi dan sebagainya.
Ia kedepan akan mendorong kolaborasi antara Komdigi, OJK, dan BUMN yang lainya untuk lakukan literasi digital terkait scaming tersebut.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















