Tasyakuran dan Khatmil Qur’an Dihadiri Ribuan Masyarakat Sumenep

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Tasyakuran dan Khatmil Qur’an yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dihadiri puluhan ribu Nahdliyin atau warga NU se-Kabupaten Sumenep, Minggu (3/11) siang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep. Dan berlangsug di Graha Adi Poday, Jl. Trunojoyo No. 124, Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Pelaksanaan Tasyakuran dan Khatmil Qur’an itu berjalan khidmat dan lancar, meski jamaah yang hadir membanjiri Graga Adi Poday hingga meluap keluar halaman gedung.

Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Tasyakuran dan Khatimil Qur’an dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur PCNU atas terselenggaranya kegiatan HSN 2019 sejak persiapan yang sudah dimulai dua bulan sebelumnya hingga penutupan.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Hantarkan Jenazah Gus Solah

Menurutnya, acara tersebut sangat luar bisa. Sebab, sangat jarang pengurus NU Sumenep dari semua lapisan struktur bisa berkumpul dalam satu acara, apalagi bisa melaksanakan Khatmil Qur’an.

“Saya meminta kepada kepengurusan selanjutnya, agar setiap pelaksanaan Hari Santri Nasional ditutup dengan Khatmil Qur’an,” ucap Kiai Pandji.

Selain dikemas dengan Khatmil Qur’an, PCNU Sumenep juga mendatangkan KH. Adnan Anwar, salah seorang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dari Jakarta, sebagai pembicara. KH. Adnan sendiri termasuk perumus Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU) sekaligus Tim Instruktur Nasional PKPNU.

Baca Juga:  Tolak Pemanggilan Habib Rizieq, Ratusan Massa FPI Datangi Polres Sampang

Pada kesempatan tersebut, Kiai Adnan mengingatkan dan mewajibkan warga dan kader NU agar tetap pada jalur NU. Sebab menurutnya, saat ini hanya Nahdlatul Ulama-lah yang bisa menjadi penyangga peradaban dunia.

“Saat ini seluruh dunia melirik dan mencari Nahdlatul Ulama. Sebagaimana yang didawuhkan oleh al-Habib Umar Ibn Hafidz Yaman, ‘jika tidak ada Nahdlatul Ulama, maka faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia ini sudah lama hilang,” ungkapnya.

Mantan Wakil Sekjen PBNU dan Pengembang Organisasi NU di Kawasan Timur Tengah itu menambahkan bahwa tanda-tanda yang diisyaratkan Nabi Muhammad tentang pasukan Imam Mahdi di akhir zaman adalah orang-orang Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  Sat PJR Polda Jatim Amankan 18 Orang Calon TKI

“Tetaplah menjadi warga NU, dan jagalah keluarga kita beserta semua sanak famili kita agar tetap NU yang menganut faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah,” pesan Kiai Adnan.

Leave a Reply