Tasyakuran dan Khatmil Qur’an Dihadiri Ribuan Masyarakat Sumenep

- Admin

Senin, 4 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Tasyakuran dan Khatmil Qur’an yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dihadiri puluhan ribu Nahdliyin atau warga NU se-Kabupaten Sumenep, Minggu (3/11) siang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep. Dan berlangsug di Graha Adi Poday, Jl. Trunojoyo No. 124, Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Pelaksanaan Tasyakuran dan Khatmil Qur’an itu berjalan khidmat dan lancar, meski jamaah yang hadir membanjiri Graga Adi Poday hingga meluap keluar halaman gedung.

Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Tasyakuran dan Khatimil Qur’an dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur PCNU atas terselenggaranya kegiatan HSN 2019 sejak persiapan yang sudah dimulai dua bulan sebelumnya hingga penutupan.

Baca Juga:  Infrastruktur yang Terbangun dari Dana Hibah Pemprov Jatim Mulai Dinikmati Warga Desa Pandiyangan Robatal

Menurutnya, acara tersebut sangat luar bisa. Sebab, sangat jarang pengurus NU Sumenep dari semua lapisan struktur bisa berkumpul dalam satu acara, apalagi bisa melaksanakan Khatmil Qur’an.

“Saya meminta kepada kepengurusan selanjutnya, agar setiap pelaksanaan Hari Santri Nasional ditutup dengan Khatmil Qur’an,” ucap Kiai Pandji.

Selain dikemas dengan Khatmil Qur’an, PCNU Sumenep juga mendatangkan KH. Adnan Anwar, salah seorang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dari Jakarta, sebagai pembicara. KH. Adnan sendiri termasuk perumus Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU) sekaligus Tim Instruktur Nasional PKPNU.

Baca Juga:  Sebanyak 14 Napi di Lapas Pamekasan Dipindah ke Nusakambang

Pada kesempatan tersebut, Kiai Adnan mengingatkan dan mewajibkan warga dan kader NU agar tetap pada jalur NU. Sebab menurutnya, saat ini hanya Nahdlatul Ulama-lah yang bisa menjadi penyangga peradaban dunia.

“Saat ini seluruh dunia melirik dan mencari Nahdlatul Ulama. Sebagaimana yang didawuhkan oleh al-Habib Umar Ibn Hafidz Yaman, ‘jika tidak ada Nahdlatul Ulama, maka faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia ini sudah lama hilang,” ungkapnya.

Mantan Wakil Sekjen PBNU dan Pengembang Organisasi NU di Kawasan Timur Tengah itu menambahkan bahwa tanda-tanda yang diisyaratkan Nabi Muhammad tentang pasukan Imam Mahdi di akhir zaman adalah orang-orang Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  MK Tolak Gugatan Pilkada Kabupaten Sampang, Jimad Sakteh Ajak Semua Pihak Bersatu

“Tetaplah menjadi warga NU, dan jagalah keluarga kita beserta semua sanak famili kita agar tetap NU yang menganut faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah,” pesan Kiai Adnan.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:31 WIB

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:50 WIB

Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:49 WIB

Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:29 WIB

Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:09 WIB

Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara

Jumat, 4 April 2025 - 11:01 WIB

Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

Kamis, 3 April 2025 - 15:46 WIB

Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?

Kamis, 3 April 2025 - 07:53 WIB

Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terbaru