Pick Up Daihatsu Grand Maks, Tol Waru-Juanda Dibanjiri Cat

SIDOARJO, SUARABANGSA.co.id – Jalan Tol Waru-Juanda dibanjiri cat. Pasalnya Pick Up Daihatsu Grand Maks warna Hitam bernopol K- 1725 -JM bermuatan Cat sembilan drum mengalami kecelakaan.

Diduga ban kanan kendaraan pada bagian belakang mengalami pecah sehingga keseimbangan Iaju kendaraan terganggu, di KM 8.800/A Menanggal arah Juanda, Jumat (27/9) sekitar pukul 08:45 WIB.

Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Drs Budi Indra Dermawan menjelaskan Pick Up Daihatsu Grand Maks tersebut dikemudikan oleh Dimas Baga Setia (25) alamat Banaran RT 19/ RW 7 Kota Kediri.

Baca Juga:  Juru Kunci Asta Joko Tole Doakan Fattah Jasin Jadi Bupati Sumenep

“Berawal kendaraan Pick Up Daihatsu Grand Maks melaju dari arah Rungkut menuju Juanda di lajur kiri dengan perkiraan kecepatan 60 Kpj, setiba di KM 8.800/A, mendadak kendaraan hilang keseimbangan sehingga akhirnya menabrak Guardrail dan muatan terjatuh,” papar Kombes Pol Drs Budi Indra Dermawan.

Dalam peristiwa ini, kemacetan sempat terjadi sekitar 500 meter ke belakang sebelum petugas datang ke lokasi, saat peristiwa terjadi.

Dari analisa kejadian, kecelakaan diduga terjadi karena ban kanan kendaraan pada bagian belakang pecah sehingga keseimbangan Iaju kendaraan terganggu.

Baca Juga:  Pamit Ngarit Rumput, Warga Bluto Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur Tua

“Selanjutnya Unit Jatim ll Waru-Sidoarjo bersama petugas Tol melakukan pembersihan tumpahan cat untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” imbuhnya.

IPDA Jaka selaku Panit Jatim II-4 mengamankan sementara kendaraan dan muatan ke Pos Unit PJR Waru-Juanda.

Dengan kejadian tersebut, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Drs Budi Indra Dermawan menyampikan kepada pengendara, pastikan kondisi kendaraan dan fusik pengemudi serta penumpang sebelum melakukan perjalanan.

“Keselamatan dalam berlalulintas adalah tanggung jawab kita bersama. Ayo!! Tertib berlalulintas, jadilah pelopor keselamatan dalam berkendara. Dan Jogo Jawa Timur. Indonesia maju,” pungkas Kombes Pol Drs Budi Indra Dermawan.

Leave a Reply