Pertama di Surabaya, RS National Hospital Lakukan Tindakan Operasi Vague Nerve Stimulation

- Admin

Senin, 6 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat VNS dipasang ke dalam tubuh pasien melalui tindakan bedah atau operasi, secara minimal invasive sehingga meminimalisir terjadinya resiko atau komplikasi setelah operasi.

Tindakan operasi ini diawali dengan memasang sebuah baterai atau generator VNS dengan ukuran 50x47x6.8 milimeter berwarna gelap, dipasang di bawah kulit dada dan dihubungkan melalui serat kabel mikro menuju sel saraf vagus di area sekitar leher.

Menurut dr Heri, semua rangkaian alat VNS yang dipasang tidak tampak dari luar kulit sehingga secara estetika, bekas dari tindakan operasi tetap terlihat baik. Nantinya VNS akan bekerja secara regular mengirimkan arus listrik kepada sel saraf vagus ketika mendeteksi adanya tanda-tanda serangan kejang.

Baca Juga:  DJP Jatim I Catat 5 Triliun Aset Diungkap Dalam Program PPS

“Jadi dia (alat VNS) ini seperti chip, dia seperti alat pacu jantung, ini pacu otak. Dia mengirimkan sinyal listrik yang terkontrol ke dalam otak melalui saraf vagus,” lanjutnya.

Dokter akan menerima sebuah remot pengatur frekuensi pada alat VNS yang bisa disesuaikan dengan kondisi diri pasien. Begitu pula dengan keluarga pasien, juga dapat memonitor kondisi dari alat vns melalui remot ini.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

National Hospital – Bank DBS Indonesia Berkolaborasi Berikan Layanan Kesehatan Premium
Pertama di Indonesia, National Hospital Surabaya Terapkan Adaptive DBS Berbasis AI untuk Parkinson
Buntut Kasus Dugaan Malapraktik di RS Larasati, BPJS Kesehatan Pamekasan Akan Panggil Direktur
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Buka Rekrutmen Pegawai BLUD
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan
Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas
Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB