“Setelah dipasang alat ini harapannya, dia akan menaikkan neurotransmiter otak yang bagus. Yang bisa mengontrol kejang akan naik, neurotransmitter yang membuat kejang turun, aliran darah ke otak jadi lebih bagus,” ujarnya.
Yang tak kalah penting dikatakan dr Heri, alat VNS juga berfungsi mendiskusi atau merusak penyebaran gelombang kejang ke otak. Sehingga frekuensi kejang pada pasien epilepsi menurun sampai 60 persen lalu tingkat keparahan juga jauh lebih ringan serta ketergantungan obat juga berkurang.
“Pasien kalau kejang kan rata-rata ada yang tahu kalau bakal kejang-kejang. Nah pasien nanti juga punya magnet kontroler, dia akan membuat baterai kirim impuls listrik tambahan. Jadi tidak jadi kejang,” pungkasnya.
Penulis : Muji
Editor : Putri















