Lahan Akan Ditanami Tebu, Masyarakat Ngorogunung Bojonegoro Mulai Resah

- Admin

Minggu, 3 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lulus Setiawan Selaku pendamping petani.

i

Lulus Setiawan Selaku pendamping petani.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Lulus Setiawan selaku pendamping dari Rejo Semut Ireng, beliau mengatakan dulu sudah pernah ada titik temu dengan ADM Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bojonegoro, bahwa kesepakatan wilayah tersebut akan digeser agar tidak dekat dengan pemukiman, dan telah disepakati, namun belum sempat ada hitam di atas putih, ADM tersebut pindah dan diganti ADM baru yaitu bapak Juwanto.

Ia menambahkan, masyarakat kembali mendapat desakan agar meninggalkan lahannya dan menghentikan aktivitas bercocok tanamnya.

Baca Juga:  Berkas Kasus Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep Diserahkan ke Kejari

Masyarakat sendiri bersikukuh tetap ingin bertani di wilayah tersebut, bahkan siap berkumpul untuk menghalang-halangi jika ada alat berat datang ke lahan tersebut.

“Setelah diklarifikasi sekretaris Rejo Semut Ireng, Malik ke ADM Perhutani yang baru, alasan juga tidak bisa digeser karna sudah ditentukan atasan. Berarti akan bertabrakan antara kemauan masyarakat dan perum perhutani,” ungkapnya.

Lanjutnya, Masyarakat juga akan berupaya tetap menolak walaupun dijanjikan pekerjaan dan uang ganti rugi, karena realita yang sudah-sudah terjadi di daerah Kecamatan Temayang mereka akan kehilangan lahan untuk seterusnya.

Baca Juga:  LGI Kirimkan Somasi Kegiatan Usaha Pemurni Pasir di Ngoro Jombang

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB