Ratusan Sapi di Sampang Dilaporkan Terpapar Virus PMK, Peternak Diminta Jangan Panik

- Admin

Kamis, 2 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Ratusan ekor sapi milik warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dinyatakan suspek wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski kondisinya cukup darurat, namun sejauh ini pemerintah daerah masih belum melakukan penutupan pada pasar hewan.

Informasi yang diterima kontributor suarabangsa.co.id, hewan ternak yang diduga terjangkit wabah PMK tersebut tersebar di seluruh kecamatan di wilayah setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan jika ada ratusan hewan ternak yang terkonfirmasi mengidap PMK. Kasus pertama dilaporkan terjadi pada bulan Mei 2022.

“Yang dilaporkan petugas kami ada sekitar 500-an sapi dengan gejala penyakit mulut dan kuku ini. Penyebarannya mencapai hampir di semua wilayah di 14 kecamatan,” kata Suyono dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (02/06/2022).

Baca Juga:  Meresahkan, Satlantas Polres Pamekasan Gerebek Lokasi Balap Liar

Ia menyebut jika masing-masing Pusat kesehatan hewan (Puskeswan) sudah bergerak untuk mengidentifikasi. Kabar baiknya disampaikan Suyono, dari ratusan sapi yang terpapar PMK, sebanyak 148 ekor di antaranya telah sembuh.

“Setelah mendapatkan pengobatan dan dilakukan pemeriksaan kesehatan, maka sebanyak 148 ekor sapi telah sembuh dari virus PMK ini,” kata dia lagi.

Dia mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengobatan agar ratusan sapi yang terjangkit PMK dapat sembuh sehingga mengurangi kerugian peternak.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas juga menyemprot disinfektan kandang ternak sapi yang mengalami gejala penyakit mulut dan kuku tersebut.

Baca Juga:  Protes Pelayanan Kesehatan, Puluhan Warga Omben Sampang Geruduk Puskesmas Jrangoan

“Saya berharap agar masyarakat segera melaporkan kepada petugas puskeswan setempat apabila hewan ternaknya mengalami gejala lumpuh, susah makan dan mulut berliur, agar segera dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Suyono mengaku sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan PMK. Langkah-langkah pengendalian tersebut di antaranya pembentukan Satgas hingga pendirian Posko.

“Kami memaksimalkan peran petugas lapangan untuk memantau, mendata, dan mengendalikan pergerakan kasus. Namun, untuk saat ini kami masih kekurangan obat-obatan untuk menangani wabah itu,” terangnya.

Ia berharap, pihaknya bisa memperketat pengawasan lalu lintas ternak/produk hewan terutama di Pasar Hewan, pemotongan di RPH, dan mengintensifkan KIE penanggulangan wabah PMK tersebut.

Baca Juga:  Demi Kekebalan Tubuh, Puluhan Driver Ojol di Sampang Antusias Mengikuti Vaksinasi di Gerai Presisi

“Kami berharap bisa melakukan pengetatan itu, tetapi kami kesulitan karena para peternak ini merasa seolah-olah di persulit. Makanya, kami menggandeng TNI-Polri untuk melakukan sosialiasi dan edukasi,” imbuhnya.

Dia mengimbau agar masyarakat khususnya peternak tidak perlu panik akibat adanya wabah tersebut. Pihaknya pun memastikan jika virus ternak tersebut tidak menular kepada manusia.

Suyono juga mengimbau kepada peternak, agar selalu menjaga kebersihan kandang dengan cara menyemprot disinfektan, serta tidak melakukan mobilitas keluar dan masuknya sapi.

“Apabila ada sapi yang terdeteksi menderita penyakit mulut dan kuku maka tindakannya harus dipisah dari hewan yang lain. Virus itu tidak menular kepada manusia karena bukan zoonosis,” tandasnya.

Berita Terkait

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Berita Terbaru